Rumah Puisi

 

aku merumahkan puisi dari beberapa senyum kecil dan kabar gembira

kata-kata lembut cinta, revolusi hati dan jiwa

aku merumahkan puisi dari menu makan kegelisahan;

kopi dan gula habis sebelum jadwal yang ditetapkan

beras habis sebelum terhidang di perjamuan

rambutku habis sebelum badan di makan fikiran

dan pertanyaan ‘besok bisakah pergi ke pasar?’

aku merumahkan puisi

dari harga keringat yang tidak bisa mencukupi ongkos dapur

dari harga minyak penyebab kesedihan meja makan

dari matahati jiwaraga kegelisahan

matahati jiwaraga cinta

Iman Abda, 2006

0 Responses to “Rumah Puisi”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




senyum kecil

Nasruddin sedang mengendarai untanya ketika segerombolan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi penolakan atas kenaikan BBM. Ia bergumam kepada untanya “Untung kamu tidak suka minum BBM!”

 

February 2008
M T W T F S S
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829