aku merumahkan puisi dari beberapa senyum kecil dan kabar gembira
kata-kata lembut cinta, revolusi hati dan jiwa
aku merumahkan puisi dari menu makan kegelisahan;
kopi dan gula habis sebelum jadwal yang ditetapkan
beras habis sebelum terhidang di perjamuan
rambutku habis sebelum badan di makan fikiran
dan pertanyaan ‘besok bisakah pergi ke pasar?’
aku merumahkan puisi
dari harga keringat yang tidak bisa mencukupi ongkos dapur
dari harga minyak penyebab kesedihan meja makan
dari matahati jiwaraga kegelisahan
matahati jiwaraga cinta
Iman Abda, 2006
0 Responses to “Rumah Puisi”