Tayangan TV maupun siaran radio dalam proses pilkada punya potensi besar menciderai demokrasi bila kerja-kerja media tersebut tidak proporsional dan berimbang, ujar Setia Permana, Ketua KPUD Jawa Barat dalam sebuah acara seminar tentang media dan pilkada di akhir tahun 2007.
Kita tau, media massa punya potensi melambungkan orang dan juga punya potensi menenggelamkan orang. Sehingga dalam proses pemilu atau Pilkada akan banyak kandidat yang mencoba membangun citranya lewat media. Bila media tersebut tidak proporsional dan berimbang dalam mengkampanyekan kandidat, kita khawatir demokrasi hanya untuk orang kaya saja, yang bisa bayar iklan dan jam tayang di media penyiaran.
Media penyiaran ibarat pedang bermata dua. Media penyiaran memiliki kekuatan untuk membunuh sama kuatnya dengan kemampuannya membangun karakter masyarakat. Kekuatan mana yang berdampak paling nyata terhadap khalayak bergantung kepada motivasi dan cara pengelola media memanfaatkan media tersebut.
Kita tahu juga, uang bukan segala-galanya tapi segala sesuatu butuh uang itulah yang akan mewarnai proses pemilu pilkada. Media di sini mempunyai posisi sangat startegis dan itu perlu dibangun aturan mainya supaya pekerja media bukan sekedar meningkatkan keuntungan media saja tapi untuk meningkatkan kesadaran bersama di masyarakat yakni melakukan pendidikan politik untuk pemirsanya.
Apalagi kelemahan komunikasi politik di Indonesia kebanyakan hanya di pandang sebagai political marketing. Hanya sekedar memasarkan kandidat seperti barang. Sehingga yang terjadi adalah proses politik jual beli. Proses politik seperti ini akan mewariskan kelicikan-kelicikan politik yang akan juga berdampak pada proses politik yang tidak sehat. Lagilagi tugas medialah untuk membangun sikap sadar dan kritis masyarakat terhadap proses politik seperti ini.
Maka seharusnyalah kita membangun sikap sadar dan kritis dalam proses politik ini. Degan membangun media yang sehat diharapkan akan membangun juga masyarakat yang sehat dan proses politik yang sehat.
Iman Abda, Sekedar catatan kecil menjelang Pilkada Jabar 2008
0 Responses to “Media Penyiaran Dalam Proses Pilkada”