Archive for the 'cerpen' Category

KERETA

cerita pendek Iman Abda

 
Karena tak sedikit pun ruangan yang dibiarkan kosong, maka setiap orang akhirnya berpikir lebih baik diam menunggu. Empat belas jam bukanlah waktu yang pendek, tentu saja. Tapi dalam gerbong yang setiap orang tiba-tiba menjadi sangat egois, kikir dan kadang menunjukan sikap ramah dan kepurapuraan berlebih, maka mempertahankan posisi merupakan sikap yang bias ditolerir.

Karena setiap orang yang ada dalam gerbong kotak dan becek ini menyimpan cerita yang hampir semuanya menyedihkan. Lebih menderita dari rasa kesemutan karena kaki tak bisa di luruskan, belum lagi harus bertahan dari  bau apek serta pesing bermacammacam kotoran basah dan kering. Jadi, sekali lagi, mempertahankan posisi merupakan sikap yang bisa ditolerir.

Satusatunya yang membuat mereka bertahan adalah bayangan tempat tujuan mereka. Namum membayangkan duduk di lantai becek selama empat belas jam bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Bagi mereka yang kebetulan memiliki teman seperjalanan, memilih bicara dengan suara keras, memaksakan topiktopik pembicaraan yang sebenarnya basi atau mengutakatik tekateki silang dan menghisap rokok dalamdalam adalah sebuah pilihan, ketimbang diam saja padahal tak bisa tidur.

Waktu dalam gerbong ini pasti ditakdirkan untuk menjadi binatang melata. Merangkak dengan setia. Selalu mengalah dan tak pernah protes. Seolah pada setiap stasiun yang dijumpainya, ia menjadi sangat pendiam dan bersalah. Menerima nasib membawa orangorang yang tak memiliki inisiatif terhadap hidup sebanyak mungkin. Bahkan seandainya orangorang  itu tak dapat bernafas sekali pun. Continue reading ‘KERETA’


senyum kecil

Nasruddin sedang mengendarai untanya ketika segerombolan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi penolakan atas kenaikan BBM. Ia bergumam kepada untanya “Untung kamu tidak suka minum BBM!”

 

November 2009
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30