senyum kecil
Suatu hari seorang suami pergi berkonsultasi pada seorang dokter ahli kandungan karena anaknya menyimpang dari gen ayah ibunya. "Apa maksud Anda menyimpang?" tanya Dokter. "Bayangkan Dok. Anak saya berkulit bule. Pada hal tak ada di antara kami yang berdarah bule. Ini pasti terjadi campur tangan asing." "Kenapa harus bingung, Tuan? Di negara yang sedang membangun, campur tangan asing bisa diartikan sebagai bantuan, kan?"penanggalan
May 2012 M T W T F S S « Feb 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 dokumen bulanan
kicauan
- Cc @JRKI RT @ruhlelana: jika ingin tahu lebih jauh tentang membangun media/radio/tv komunitas silahkan hubungi @bowousodo dan @imanabda 4 days ago
- Ada kontaknya? RT @imeilandi: @Sinam_MS @JRKI @imanabda Rakom Radio Suara Pendidikan di Kecamatan Ciawi Kab. Tsm udah RK dr KPID Jabar 6 days ago
- lockerz.com/s/210170299 Lauching 'Siliwangi Squad' 'sampurasun baraya' di auditorium IFI Bdg. #keren ... m.tmi.me/qen22 1 week ago
- Imam @pidibaiq 'hidup tuh jgn terlalu serius lah' dlm khutbah di DPR (dibawah pohon rindang) #asyiik lockerz.com/s/209645618 1 week ago
- #heheh #menyimak :) RT @papameong: @tobing_grace teori kontekstual kentut coba tanya ahli teori @mephistopilis :( 1 week ago
Categories
- agenda (3)
- Artikel (1)
- catatan kecil (9)
- cerpen (1)
- Jalan-jalan (5)
- Puisi (6)
- Radio Komunitas (7)
- Uncategorized (10)
kadang berkunjung
teman
Category Archives: Puisi
tanah katakata
setiap hari kita memakan kata-kata. tanah bagi kisah dan cerita. tumbuhlah di dalamnya dongeng dan puisi cengeng; seperti kata-kata yang diolah dengan pupuk pestisida. menyebar jadi virus di kepala, menghantui ingatan; terus menerus memberi peringatan. menggiurkan dan menyimpan racun. sehat … Continue reading
CICAK DAN GARIS BIRU SEMESTA DI TUBUHKU
cicak, rindukah itu masa kecil yang menyerbu duniaku menggema di gendang telinga membentuk garis rahasia semacam baris puisi; cicak, gairah apakah ini menyelusup tulang sumsum dan darahku menyerap cinta dari tanah rindu dendamku mewujud air mewujud api bergema bersama … Continue reading
POKEMON, SEBATANG COKLAT DAN LUKA KOTA
suatu sore yang gugup, pokemon menutup mata menjulurkan lidah naga mengeluarkan kata penuh prasangka. sebatang coklat di sebuah sudut kenangan sama gelisah dengan raut mukanya. di sudut mimpi aku masih terus menguras sperma, air mata dan darah mudaku dengan menulis … Continue reading
Posted in Puisi
Leave a comment
dari kosong menuju semesta
: buah apel ‘inilah revolusi kata, revolusi tangan dan jiwa, revolusi hati kita’ buah apelku, kamu tahu bukan, warna cinta selain warna matamu ya, itu dia semesta warna senyummu buah apelku, kamu tahu bukan, warna cinta selain warna senyummu … Continue reading
Posted in Puisi
Leave a comment
Udara Milik Kita
ketika itu, 20 ribu kilometer dari kelahiran aku berada di kota dengan udara sesegar senja beberapa menit dari keheningan gemuruh dan suara gaduh merajam telinga melukai cakrawala kecemasan meretakan masa kanak-kanak membakar ladang-ladang petani meracuni rumah-rumah nelayan televisi merencanakan kebohongan … Continue reading
Posted in Puisi
Leave a comment
Rumah Puisi
aku merumahkan puisi dari beberapa senyum kecil dan kabar gembira kata-kata lembut cinta, revolusi hati dan jiwa aku merumahkan puisi dari menu makan kegelisahan; kopi dan gula habis sebelum jadwal yang ditetapkan beras habis sebelum terhidang di perjamuan rambutku … Continue reading
Posted in Puisi
Leave a comment

