<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Iman</title>
	<atom:link href="http://rumahiman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahiman.wordpress.com</link>
	<description>catatan kecil dari banyak senyuman</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 05:32:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rumahiman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rumah Iman</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rumahiman.wordpress.com/osd.xml" title="Rumah Iman" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rumahiman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memilih Radio Komunitas Sebagai Alat Perjuangan</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/10/memilih-radio-komunitas-sebagai-alat-perjuangan/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/10/memilih-radio-komunitas-sebagai-alat-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 05:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[iman abda]]></category>
		<category><![CDATA[radio komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Rakom]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[UU Penyiaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak pertanyaan dari beberapa teman baik itu secara personal maupun kelembagaan tentang kenapa saya memilih radio komunitas sebagai alat perjuangan untuk mengisi masa reformasi? Jawaban yang saya selalu kemukakan sejak tahun 1999/2000 (awal2 menggagas radio komunitas masuk ke rancangan &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/10/memilih-radio-komunitas-sebagai-alat-perjuangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=151&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Ada banyak pertanyaan dari beberapa teman baik itu secara personal maupun kelembagaan tentang kenapa saya memilih radio komunitas sebagai alat perjuangan untuk mengisi masa reformasi? Jawaban yang saya selalu kemukakan sejak tahun 1999/2000 (awal2 menggagas radio komunitas masuk ke rancangan UU Penyiaran) adalah karena radio komunitas alat paling masuk akal baik secara ekonomi maupun politik  untuk digunakan rakyat dengan leluasa.</p>
<p>Bagi masyarakat akar rumput, Rakom penting karena bisa menjadi pemegang mandat hak masyarakat untuk mengetahui dan memberitahukan informasi, <em>the rights to know</em> dan <em>the rights to inform</em>. Bukan itu saja, perangkat dan biaya operasinya yang relatif murah membuat masyarakat, tidak hanya pemodal besar dan pemerintah, sekarang mampu mempunyai media informasinya sendiri yang tidak lagi dikontrol oleh berbagai kepentingan dari luar komunitas tapi betul-betul bisa dipakai untuk membantu komunitas memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah-masalah yang ada. Bahkan suara mereka nanti tidak hanya diudarakan di komunitasnya sendiri, tapi akan bisa disiarkan oleh Rakom-rakom lainnya melalui kerja berjaringan.</p>
<p>Menyuarakan kepentingan komunitas itu gagasan mendasar yang ada di balik kerja-kerja penguatan radio komunitas. Agenda/ kepentingan yang selalu di suarakan oleh para aktifis Rakom di awal kelahirannya adalah mendobrak monopoli penguasaan frekwensi, yang meskipun merupakan ranah publik namun masih hanya dikuasai oleh segelintir orang. Sampai saat ini kondisi ini tidak berubah malah makin menguat.</p>
<p>Untuk bisa mengudara dengan tenang Rakom butuh frekwensi, lebih jauh dari itu adalah bagaimana rakyat bisa menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya alam frekwensi tersebut. Orientasi kepentingan komunitas inilah yang mendorong Rakom memainkan peran yang lebih dari sekedar menghibur dan memberi informasi. Rakom bisa menjadi media pendidikan politik yang potensial. Media pembangunan kesadaran tentang hak dan kewajiban warga sebagai warga negara –paling tidak bisa mendorong masyarakat bersikap kritis-, dan media yang bisa menjadi pendorong meluasnya partisipasi masyarakat dalam memecahkan persoalan yang ada.</p>
<p>Namun, perkembangan yang pesat tidak menjamin Rakom bebas dari persoalan mendasar. Ada tantangan besar bagi pengelola Rakom untuk membuktikan bahwa pengelolaan Rakom bukan hanya sekedar hobi dan hanya dilandasi semangat saja. Tapi mereka harus membuktikan bahwa keberadaan Rakom  sebagai alat untuk membangun kesadaran jadi warga negara yang mengerti etika, hukum, teknologi, dan hubungan social-politik penuh kesetaraan dan kedamaian serta mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat di area layanan rakom tersebut.</p>
<p>Rakom pada dasarnya memainkan peran yang hampir sama dengan media massa umum, hanya saja levelnya yang berbeda. Ia berada di level komunitas. Dengan demikian fungsi kontrol sosial, disamping fungsi menghibur, mendidik dan menginformasikan juga menjadi bagian yang penting dari Rakom.</p>
<p>Di sisi lain, kita akan melihat bahwa Rakom merupakan simpul informasi bagi sebuah sistem informasi dalam sebuah komunitas. Peran simpul tersebut adalah memediasi dan merekatkan serta membangun kesadaran komunitas akan arti pentingnya informasi. Selain itu, simpul tersebut juga menjadi alat pendukung bagi penyelesaian masalah, perencanaan kegiatan, pemantauan program dan sebagainya.</p>
<p>Kira-kira itu catatan kecil saya tentang Rakom semoga bisa memberi gambaran sedikit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=151&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/10/memilih-radio-komunitas-sebagai-alat-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/02/144/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/02/144/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 04:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=144&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2012/01/photo-on-2011-11-24-at-10-28-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-146" title="ImanAbda" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2012/01/photo-on-2011-11-24-at-10-28-2.jpg?w=640&#038;h=480" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=144&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2012/01/02/144/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2012/01/photo-on-2011-11-24-at-10-28-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ImanAbda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Radio Bag for Disaster</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/12/23/radio-bag-for-disaster/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/12/23/radio-bag-for-disaster/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 03:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Radio Bag for Disaster Tas Radio untuk Bencana adalah sebuah tas (ransel/ traveler) yang berisi sebuah stasiun radio siaran yang bisa melakukan siaran langsung di tempat kejadian bencana. Tas Radio untuk Bencana ini pun di desain supaya mudah digunakan &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/12/23/radio-bag-for-disaster/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=129&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/12/tas-radio-utk-bencana.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-133" title="tas radio utk bencana" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/12/tas-radio-utk-bencana.jpg?w=640&#038;h=616" alt="" width="640" height="616" /></a>Konsep Radio Bag for Disaster </strong></p>
<p>Tas Radio untuk Bencana adalah sebuah tas (ransel/ traveler) yang berisi sebuah stasiun radio siaran yang bisa melakukan siaran langsung di tempat kejadian bencana.</p>
<p>Tas Radio untuk Bencana ini pun di desain supaya mudah digunakan oleh orang yang baru pertama kali menggunakan atau baru berkenalan dengan teknologi informasi.</p>
<p><strong>Tujuan: </strong></p>
<ol>
<li>Stasiun radio mini yang bisa bergerak cepat ke lokasi bencana</li>
<li>Jadi pusat Informasi Bencana</li>
<li>Tempat sosialisasi kesiapsiagaan manakala terjadi bencana</li>
<li>Tempat berlatih melakukan mitigasi bencana</li>
</ol>
<p><strong>Bentuk: </strong></p>
<p>Sebuah tas berisi Stasiun Radio siaran mini</p>
<p align="left"><strong>Kebutuhan:</strong></p>
<ol>
<li>SDM        : penyiar, teknisi</li>
<li>Peta informasi Bencana</li>
<li>Sumber energi: listrik, battery, genset, dll.</li>
<li>Alat/ perangkat siaran radio:</li>
</ol>
<ul>
<li>Pemancar</li>
<li>Antenna</li>
<li>Microphone</li>
<li>Headphone</li>
<li>Laptop ( multimedia)</li>
<li>Handy Talkie</li>
<li>Kabel2</li>
<li>Dll.</li>
</ul>
<p align="left"> <strong>Desain Tas untuk Bencana:</strong></p>
<p align="left">Tas ini di desain khusus dengan kriteria modifiaksi untuk tas traveler atau ransel.  Karena medan dan lokasi bencana tidak bisa ditentukan maka tas ini harus mudah dibawa dalam kondisi geografis dan cuaca apapun. Dalam cuaca hujan bisa tahan air dan tahan dingin sedang dalam cuaca panas bisa tahan panas.</p>
<p align="left">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=129&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/12/23/radio-bag-for-disaster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/12/tas-radio-utk-bencana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tas radio utk bencana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>saling melihat :)</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/03/saling-melihat/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/03/saling-melihat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 03:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=127&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2246-e1320228525103.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-117" title="Melihat siapa?" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2246-e1320228525103.jpg?w=640&#038;h=853" alt="" width="640" height="853" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=127&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/03/saling-melihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2246-e1320228525103.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Melihat siapa?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New York, Sebuah kota pertunjukan dan MoMA</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/02/new-york-sebuah-kota-pertunjukan-dan-moma/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/02/new-york-sebuah-kota-pertunjukan-dan-moma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 09:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Yang saya ingat di New York adalah urusan-urusan yang berkaitan dengan pertunjukan.  Menonton Mamma Mia di Broadway (baca tulisan Ismira Lutfia di BeritaSatu.Com &#8211; Budaya &#8211; Menikmati &#8220;Mamma Mia!&#8221; di Panggung Broadway),  Nongkrong di  Ellen&#8217;s Stardust sambil melihat para pelayannya &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/02/new-york-sebuah-kota-pertunjukan-dan-moma/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=98&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang saya ingat di New York adalah urusan-urusan yang berkaitan dengan pertunjukan.  Menonton Mamma Mia di Broadway (baca tulisan Ismira Lutfia di <a href="http://www.beritasatu.com/budaya/15504-menikmati-mamma-mia-di-panggung-broadway.html#.TrH_m_hH7R8.wordpress">BeritaSatu.Com &#8211; Budaya &#8211; Menikmati &#8220;Mamma Mia!&#8221; di Panggung Broadway</a>),  Nongkrong di  <a title="Ellen's Stardust" href="http://www.nyc.com/link.aspx?site=http%3a%2f%2fwww.ellensstardustdiner.com" target="_blank">Ellen&#8217;s Stardust</a> sambil melihat para pelayannya bernyanyi. Melihat etalase barang-barang berbagai macam produk di 5th Ave. Mengunjungi <a title="apple store NYC" href="http://www.apple.com/retail/fifthavenue/" target="_blank">Apple store</a>, mencari-cari toko Staples <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   dan melihat Museum Of Modern Art (<a title="MoMA" href="http://www.moma.org/" target="_blank">MoMA</a>).</p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/img_2049.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-100" title="patung liberty" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/img_2049.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2106.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-105" title="Mamamia" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2106.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2073.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-106" title="patung banteng dpn wall street" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2073.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Secara program, di New York  tidak terlalu padat seperti di Washington. Mungkin karena bertepatan dengan waktu libur  yakni hari sabtu dan minggu yang dilanjut dengan Columbus Day hari senin nya. Jadi long weekend.  Praktis  baru hari Selasa  bisa bertemu dengan Mr. <a title="Michael Arena" href="http://www.cuny.edu/about/administration/administrators/marena.html" target="_blank">Michael Arena</a>, professor dari The Graduate School of Journalism, City University of New York setelah itu  bertemu dengan Professor <a title="Douglas Muzzio" href="http://www.baruch.cuny.edu/spa/facultystaff/facultydirectory/bio_douglas_muzzio.php" target="_blank">Douglas Muzzio</a>  dari Baruch College dan terakhir ke tempat Digital Democracy(<a title="Digital Democracy" href="http://digital-democracy.org/" target="_blank">http://digital-democracy.org/</a>) .</p>
<p>Tentu saja kami pun mengunjungi gedung United Nation (PBB), NBC dan patung Liberty serta wall Street. Ikon-ikon kota New York. Waktu kami di Wall Street demo sedang berlangsung <a title="occupy wallstreet" href="http://occupywallst.org/" target="_blank">Occupy Wall Street</a>. Saya masuk berdesak-desakan di antara para demonstran itu dengan niat hanya untuk ikut nampang dan di potret. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2098.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-114" title="occupy wallstreet" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2098-e1320227899801.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2099.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-115" title="occupy wallstreet" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2099-e1320227984582.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a></p>
<p><span id="more-98"></span>Cerita-cerita pertemuan dan kunjungan di New York mungkin akan diceriatkan teman yang lain  saya akan menceritakan satu kunjungan sepesial saya ke sebuah museum. Saya kira dari rombongan hanya saya seorang yang masuk museum ini.  Saya masuk dan melihat-lihat Museum of Modern Art ( MoMA).</p>
<p>Hari terakhir di New York di isi dengan agenda bertemu dengan pak Dino Patti Djalal, duta besar RI untuk Amerika di  sebuah hotel di dekat central park New york. Sambil breakfast kami mendialogkan berbagai macam isu dan agenda-agenda kedubes RI di Amerika. Pa Dino cerita juga tentang yang sudah dan sedang dilakukan untuk mempopulerkan kebudayaan Indonesia yakni jenis seni  Angklung dan Batik. Acara memainkan Angklung dengan lebih dari 5000 orang masuk  di Guinness World Record. Sedang untuk mempopulerkan batik sebagai bagian dari warisan dunia, kedubes RI di US melakukanya   dengan cara  mengadakan lomba desain batik model Amerika. Rencana-nya acara pameran batik tersebut akan di adakan di San Francisco pada pertengahan bulan November 2011 ini.</p>
<p>Setelah acara ngobrol sama dubes kami pun berpencar, sebagian besar cari oleh-oleh, saya memilih mengunjungi museum MoMA. Siang itu hujan turun di New York,  suhu udara lumayan dingin terutama karena angin-nya yang cukup kencang. Saya mulai mengantri untuk masuk ke Museum. Antrian yang cukup panjang untuk sekedar beli tiket. Saya nikmati aja antrian itu di depan saya sepertinya orang dari Eropa Timur dan di belakang saya orang dari Jepang. Kelihatanya yang banyak berkunjung ke MoMa hari itu kebanyakan turis. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/img_2218.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-99" title="MoMA" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/img_2218.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2233.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-109" title="MoMA" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2233.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2231.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-107" title="FLUXUS MoMA" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2231.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>MoMA didirikan pada 1929 sebagai lembaga pendidikan, dan didedikasikan untuk menjadi museum seni modern terkemuka di dunia. komitmen utamanya adalah  membentuk, melestarikan, dan mendokumentasikan koleksi permanen dari seni modern dan kontemporer dunia.</p>
<p>Seni modern dan kontemporer yang ada di museum MoMA adalah karya-karya seni yang  dimulai pada akhir abad kesembilan belas dan sampai yang terkini.  Kita bisa melihat karya  Vincent van Gogh sampai Willem De Kooning.  Tentu saja saya juga bertemu dengan karya-karya yang menakjubkan lainnya seperti karya Pablo Picaso, Henri Matisse, Claude Monet,  Marcel Duchamp,  karya-karya Fluxus,  Diego Rivera, Jackson Pollock, Andy Warhol, Joseph Beuys,  dll. Terlalu banyak. Ada 6 lantai dengan area yang cukup luas tidak cukup sehari untuk bisa menikmati dengan tenang semua karya yang ada di museum tersebut.</p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2242.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-108" title="MoMA" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2242.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Karya seni modern dan kontemporer yang ada di MoMA  adalah karya yang melampaui batas nasional dan melibatkan semua bentuk ekspresi visual, lukisan, patung, gambar, cetak dan buku-buku ilustrasi, fotografi, arsitektur dan desain, dan film dan video, serta bentuk-bentuk baru berupa instalasi.</p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2243.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-112" title="2 Elvis - Andy Warhol" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2243-e1320228038215.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2264.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-113" title="Monet" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2264.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2246.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-117" title="karya di kaca" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2246-e1320228525103.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a></p>
<p>Di pengatar singkatnya, Museum of Modern Art berusaha untuk menciptakan dialog antara seni yang sudah mapan  dan eksperimental, masa lalu dan masa kini, dalam suatu lingkungan yang responsif terhadap isu-isu seni modern dan kontemporer.</p>
<p>Untuk bisa menikmati semua karya yang ada di MoMa saya  harus beli tiket seharga 20 dollar. Dan saya sarankan jangan terlalu banyak membawa barang kalau mau masuk ke MoMA karena semua barang bawaan diminta untuk di simpan di tempat penitipan barang yang dalam situasi tertentu sangat ngantri panjang sekali. Kebetulan saya mengalaminya untuk menyimpan tas yang saya bawa. Butuh waktu 1 jam lebih hanya untuk menyimpan barang aja. Waktu itu pengunjung sedang banyak sekali. Tapi antrian yang panjang terbayar sudah dengan melihat karya-karya seniman dunia yang menakjubkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=98&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/11/02/new-york-sebuah-kota-pertunjukan-dan-moma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/img_2049.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">patung liberty</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2106.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Mamamia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2073.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">patung banteng dpn wall street</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2098-e1320227899801.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">occupy wallstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2099-e1320227984582.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">occupy wallstreet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/img_2218.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">MoMA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2233.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">MoMA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2231.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">FLUXUS MoMA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2242.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MoMA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2243-e1320228038215.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">2 Elvis - Andy Warhol</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2264.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Monet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/11/img_2246-e1320228525103.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">karya di kaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merasakan Ibu kota federal USA, Washington DC</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/merasakan-ibu-kota-federal-usa-washington-dc/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/merasakan-ibu-kota-federal-usa-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 10:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali menginjakan kaki di Washington sore hari menjelang malam. Makan malam pertama di restoran Melayu. Walupun sudah terbang jauh ribuan kilometer dengan waktu lebih dari sehari ketika makan malam rasanya seperti di kampung sendiri. Hal kedua yang dilakukan adalah &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/merasakan-ibu-kota-federal-usa-washington-dc/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=89&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Pertama kali menginjakan kaki di Washington sore hari menjelang malam. Makan malam pertama di restoran Melayu. Walupun sudah terbang jauh ribuan kilometer dengan waktu lebih dari sehari ketika makan malam rasanya seperti di kampung sendiri. Hal kedua yang dilakukan adalah membeli air mineral dengan ukuran galon kecil. Di kampung orang kami tetap punya kesadaran untuk antisipasi bila terjadi krisis air. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dan besoknya sarapan pagi dengan kondisi tubuh dan mata yang menyimpan kantuk setelah semalaman tidak bisa tidur karena jetleg. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  hari pertama yang sempurna di ibu kota USA, Washington DC.</p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/053.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-90" title="053" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/053.jpg?w=493&#038;h=369" alt="" width="493" height="369" /></a></p>
<p>Kegiatan pertama sesuai program di Washington  adalah  bertemu dengan wakil pemerintah US dan  IIE  ( <a title="IIE" href="http://www.iie.org/">Institute of International Education</a>) lembaga yang  mendesain program kegiatan untuk dialog bilateral bidang media antara Indonesia dan USA. Tema besar program adalah ‘The Role of Media in Strengthening Democracy.’ Di kantor IIE yang dibahas adalah soal-soal yang berkaitan dengan hal-hal administrasi selama kita di USA ( Washington dan New York). Setelah dari kantor IIE kita di undang makan siang oleh pemerintah US di <a href="http://press.org/fourthestate">The Fourth Estate National Press Club</a>. Sebuah tempat khusus untuk para aktivis press. Tempat tersebut selain digunakan untuk kegiatan-kegiatan pemberian penghargaan terhadap para aktivis pers juga tempat bertemunya para aktivis press dengan anggota kongres, pejabat pemerintah dan juga kalangan bisnis.</p>
<p><span id="more-89"></span>Setelah makan siang kita  mengikuti city tour ke tempat-tempat bersejarah di Washington, DC.  dipandu oleh Cristina Batog yang bersemangat sekali. Saya kagum sekali dengan semangat nya memandu kami, suaranya yang lantang dan cepat di siang hari bolong yang panas. Dan yang menakjubkan lagi Cristina menerangkan berbagai hal yang kami temui di jalan dengan tanpa berbekal air minum selama hampir 3 jam. Sampai akhir suaranya tidak serak tetap nyaring. Terimaksih Cristina.</p>
<p>Sebagian besar tempat yang kami kunjungi terletak di sekitar National Mall. Oh ya, jangan bayangkan National Mall itu adalah pusat perbelanjaan seperti yang dipahami oleh banyak orang di Indonesia. National Mall adalah area terbuka di downtown DC yang diapit oleh Lincoln Memorial dan US Capitol dengan Washington Monument pada bagian tengah barat.</p>
<p><a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/136.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-95" title="depan white house" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/136.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/084.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-94" title="white house kecil ya" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/084.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/062.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-91" title="trotoar dan terminal sepeda di washington dc" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/062.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Tempat pertama yang kami kunjungi adalah White House. Tempat presiden Amerika tinggal. Saya bayangkan Obama sedang ada di dalamnya. Tapi tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, taman di luar pagar White House bisa digunakan orang untuk bermacam keperluan. Saat itu, ada yang hanya berjalan-jalan, foto-foto, sampai demo. Seorang ibu melakuakn demo bertahun-tahun untuk hentikan nuklir. Dengan seperangkat media kampanye, poster dan selebaran serta tenda kecil. Kalau itu dilakukan di istana presiden di Jakarta sepertinya ibu itu akan langsung di usir dan diamankan. J</p>
<p>Oktober adalah akhir dari musim panas dan awal dari musim semi. Waktu yang pas untuk jalan-jalan. Tapi siang itu matahari cukup menyengat. sekeliling White House dipenuhi oleh orang-orang yang ingin berfoto di depannya. Kesan pertama saya tentang White House, “biasa aja, lebih kecil dari yang di imajinasi saya sebelumnya”. beda dengan yang ada di foto/TV yang menggambarkan White House itu besar sekali. Saya langsung merasa tertipu oleh TV dan foto yang saya lihat sebelumnya. J</p>
<p>Dari White House kita berjalan sedikit maka terlihatlah dari jauh gedung Capitol. Tidak jauh dari sana, terdapat Washington Monument yang merupakan obelisk tertinggi di dunia. Bangunan yang dibuat dari batu ini selesai pada tahun 1884, jadi sudah tua sekali. Obelisk ini dibuat sebagai penghormatan kepada Presiden Amerika pertama, George Washington. Sayangnya waktu itu kami nggak sempat masuk dan melihatnya lebih dekat karena akan langsung menuju US Capitol. Saya hanya mendengar dari keterangan Cristina yang berdiri di depan kami di dalam mobil yang sedang berjalan.</p>
<p>US Capitol, tempat berkantornya Kongres AS. US Capitol terletak di ujung timur National Mall. US Capitol sungguh megah, jauh lebih megah daripada yang saya bayangkan sebelumnya. US Capitol mempunyai “dua muka”, baik sisi barat maupun sisi timurnya sama-sama disebut sebagai bagian depan. Saat itu, kami mengunjungi Capitol dari sisi baratnya. Taman di sekitar Capitol luas dengan rumput hijau tertata rapi.</p>
<p>Dari arah Capitol, kita bisa melihat Washington Monument tanpa halangan. US Capitol, Washington Monument dan Lincoln Memorial memang terletak dalam satu garis lurus.</p>
<p>Lalu kami menuju Lincoln Memorial, bangunan besar berbentuk bergaya Greek Doric temple. Kalau berfoto di depannya bisa dikira sedang berada di Yunani. Di dalamnya ada patung Abe Lincoln besar yang seakan memandang ke arah Reflecting Pool ( ketika itu sedang di renovasi) dan Washington Monument. Di teras Lincoln Memorial, ada satu lantai yang dipahat khusus dengan tulisan “I Have a Dream”. Lantai tersebut adalah tempat Martin Luther King Jr. membacakan pidatonya yang terkenal itu. Cuaca panas kala itu membuat pahatan tulisan sedikit tak terbaca.</p>
<p>Selanjutnya kami mengunjungi beberapa memorial yang dibangun untuk memeringati sejarah perang-perang yang pernah dilalui Amerika. Umumnya terletak berdekatan dalam satu komplek, misalnya: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/National_World_War_II_Memorial">World War II Memorial</a>, Thomas Jefferson Memorial dan Korean War Memorial. Setelah menyeberangi Constitution Avenue, kita bisa mengunjungi patung perunggu Albert Einstein yang besar. Didekat patung Einsten tersebut lah gedung US department of State tempat berkantornya Hilary Clinton.</p>
<p>Agenda hari berikutnya  di Washington adalah  kami ke  US Departement of State berdiskusi tentang civil society dan demokrasi kemudian ke <a href="http://www.icfj.org/">International Center for Jurnalists (ICFJ)</a> berdiskusi tentang program peningkatan kapasitas bagi jurnalis. Setelah itu kami ke <a href="http://www.voanews.com/english/news/">Voice of Amerika (VOA)</a> di ajak tour keliling kantor VOA kemudian bertemu dengan VOA untuk Indonesia. Wajah-wajah yang tidak asing kami temui seperti mas Helmi Johannes ( mantan penyiar Metro tv) dan mbak Nadia Madjid. Setelah dari VOA malam harinya kami di undang makan malam oleh wakil duta besar RI untuk Amerika pa Salman Al Farisi di rumahnya di daerah Virginia. Hari yang menguras banyak tenaga moment terbaik untuk bisa tidur nyenyak.  Sayangnya saya masih harus terjaga jam 2 pagi entah kenapa setelah terjaga tak bisa tidur lagi sampai waktu sarapan.</p>
<p>Agenda hari  berikutnya kita ke <a href="http://www.nab.org/">National Association of Broadcasters (NAB),</a> sebuah organisasi sekala nasional yang menampung para aktivis broadcast. Baik itu penyiar radio maupun penyiar tv. Organisasi ini lebi banyak melakukan kerja advokasi untuk perbaikan system penyiaran di Amerika selain itu mereka juga melakukan peningkatan kapasitas anggotanya dan melakukan pameran-pameran teknologi komunikasi. Dari NAB kami ke kantor Huffington Post membicarakan tentang isu-isu luar negeri dan perkembangan media massa di Amerika.</p>
<p>Karena hari itu hari Jumat dari Huffington Post kami jadi 2 kelompok. Saya masuk kelompok yang ikut jumatan. Kami pun menuju Islamic Center di Wahsington DC untuk melaksanakan jumatan.  Islamic Center tersebut di bangun oleh Negara Sudan di dalamnya di isi dengan berbagai macam kaligrafi dari ayat-ayat al-quran. Khutbah jumat-nya panjang sekali lebih dari 1 jam menggunakan 2 bahasa, Arab dan Inggris. Setelah selesai jum’atan diluar masih ada yang sedang jumatan juga kelompok orangya tidak lebih dari 15 orang khutbahnya belum selesai. Mereka menggelar sajadah di trotoar berkeliling dengan imam khutbah di tengah-tengah menggunakan bahasa inggris. Pikir saya, kenapa mereka tidak gabung saja di Masjid Islamic Center. Rupanya kelompok tersebut sengaja melakukan hal tersebut karena berbeda pandangan. Yang menarik semua orang yang selesai jumatan di Islamic Center tetap menghargai mereka. Perbedaan pandangan  bukan halangan untuk tidak saling menghargai.</p>
<p>Dari Islamic Center dengan tergesa kami menuju  National Security Archive George Washington University, Gelman Library. Di tempat tersebut kami menemukan presiden Nixon yang salaman sama Elvis Presley dan transkrip wawancara Sadam Husein.  Ada banyak lagi arsip dan rahasia Negara yang bisa di akses. Undang-undang  Kebebbasan Informasi memungkinkan masyarakat bisa mengakses arsip-arsip yang dianggap rahasia sebelumnya. Dari hasil dialog ditempat tersebut, saya mendapat pelajaran tentang pentingnya dokumentasi. Amerika saya kira Negara yang sangat mementingkan dokumentasi untuk semua peristiwa yang terjadi di Negara-nya. Sehingga generasi berikutnya bisa belajar dari apa yang sudah dilakukan para pendahulunya. Hal lain yang menarik adalah adanya peluang untuk mendapatkan akses terhadap dokumen-dokumen Negara yang sudah diklasifikasi bukan rahasia lagi. Klasifikasinya jelas sehingga memungkin setiap orang untuk mendapatkannya dan itu dijamin oleh undang-undang. Di Indonesia juga punya Undang-undang KIP ( Keterbukaan Informasi Publik) yang saya belum tahu adalah apakah dengan berdasar UU KIP tersebut kita bisa mengakses dokumen tahun 1965, missal tentang dokumen gerakan 30 September. Pertanyaanya, apakah dokumennya masih asli dan lengkap? Dan dimana bisa mendapatkanya?</p>
<p>Hari terkahir di Washington DC kita mendatangi <a href="http://www.newseum.org/">Newseum</a>. Tempat sejarah berita tentang kejadian-kejadian dunia yang ada di media baik cetak maupun elektronik. Gedung nya 7 lantai dengan berbagai macam galeri. Pertama masuk ke <a href="http://www.newseum.org/">Newseum</a>, kami menonton dulu sekilas sejarah newseum dengan format film 4D. menakjubkan. Filmnya digarap dengan bagus sekali. catatan tentang Newseum bisa baca tulisan Ismira di <a href="http://www.beritasatu.com/mobile/food-travel/18206-newseum-memuat-500-tahun-sejarah-jurnalistik.html">sini</a>.  Setelah itu kita keliling-keliling newseum. Di dalam newseum juga ada  tempat makan yang menu-nya enak-enak. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari Newseum kami menuju New York.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=89&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/merasakan-ibu-kota-federal-usa-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/053.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">053</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/136.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">depan white house</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/084.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">white house kecil ya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/062.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">trotoar dan terminal sepeda di washington dc</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Bandung menuju Washington DC</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/dari-bandung-menuju-washington-dc/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/dari-bandung-menuju-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 09:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal paling  mendebarkan dari perjalanan yang direncanakan adalah ketika waktu persiapan. Memastikan pakaian, alat mandi, dan beberapa perangkat elektronik plus kabel-kabelnya. Memeriksa alat-alat dokumentasi, mencari tahu tempat tujuan dengan browsing di internet, dll. walapun ini bukan yang pertama saya &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/dari-bandung-menuju-washington-dc/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=83&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal paling  mendebarkan dari perjalanan yang direncanakan adalah ketika waktu persiapan. Memastikan pakaian, alat mandi, dan beberapa perangkat elektronik plus kabel-kabelnya. Memeriksa alat-alat dokumentasi, mencari tahu tempat tujuan dengan browsing di internet, dll.</p>
<p>walapun ini bukan yang pertama saya melakukan perjalanan hampir 25 jam di udara. Tetap saja debaran itu muncul.  Antara semangat,  rasa ingin tahu dan gelisah. Membayangkan saya duduk di dalam pesawat yang menjelajah  celah langit dan menyibak awan bergelombang siang malam. dan kita tak pernah tau pasti apa yang akan terjadi di ketinggian hampir lebih 3000 kaki di atas bumi tersebut.</p>
<p>Dalam situasi seperti itu, sikap paling masuk akal adalah pasrah dan menikmati setiap moment-nya.<span id="more-83"></span></p>
<p><strong>Mulai dari Bandung ke Jakarta</strong></p>
<p>Sudah jam 4 pagi.  Rupanya saya bisa tertidur juga  walaupun 2 jam.  Mandi dan saya pun  bergegas menuju stasiun kereta api Bandung tapi rupanya hari itu kereta tak berangkat pagi. Untung saja ada beberapa orang yang menawarkan travel mobil plat hitam. Akhirnya saya putuskan naik travel yang ada di stasiun KA untuk menuju Gambir.  Hal tersebut saya lakukan untuk memastikan sebelum jam 10 pagi sudah sampai Jakarta. Karena pihak embassy USA di Jakarta mengundang  meeting persiapan keberangkatan dan sekaligus memastikan dapet/tidak-nya visa US di pertemuan jam 10 pagi tersebut.</p>
<p>Siang memastikan dapet visa, sore menjelang malam langsung berangkat. Moment-moment dadakan  seperti ini selalu menyimpan kejutan. Dan terbukti, seorang teman dari RRI siaran luar negeri saudara Marwan hari itu tidak dapat visa maka keberangkatanya di tunda. Untung saja pa Fattah dari Kemenlu sigap dengan moment dadakan seperti itu. Penundaan keberangkatan dan hal teknis lain-nya langsung diurus oleh tim dari kemenlu.</p>
<p><strong>Menuju Bandara Soekarno Hatta</strong></p>
<p>Setelah  memegang paspor yg berisi visa J-1 ke USA  siang itu sebelum berpencar tim yang berangkat  bersepakat ketemu di bandara jam 5 sore. saya melihat jam masih jam 12.00-an masih ada beberapa jam untuk persiapan keperluan yang lupa terbawa. maka saya memutuskan untuk  ikut dulu  mas Irawan Saptono ( ISAI) ke kantornya di  Utan Kayu.  Selain itu karena ada tawaran menarik yg lain yakni makan siang  dengan Tongseng kambing di dekat kantornya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari Utan Kayu, kami (bang Carry ( Gatra),Ferdi (Balairung UGM), dan saya) naik taxi duluan menuju bandara soekarno hatta ke terminal 2 penerbangan internasional.  Mas Irawan nunggu dulu di Utan Kayu dan bilang akan menyusul secepatnya. Nunggu dulu istri, katanya.</p>
<p>Setelah kumpul semua di Bandara maka kitapun melakukan chek-in ulang. Kita naik pesawat Singapore Airlines  dari Jakarta menuju Singapore. Ganti pesawat di Singapore. Dari Singapore menuju New York dengan transit di Frankfut, German tapi tidak ganti pesawat.</p>
<p><strong>Di Airport Changi Singapore  saya bertemu kupu-kupu</strong></p>
<p>Butterfly Garden sebenarnya tidak baru-baru amat dibuka di Changi. Fasilitas ini pertama kali dibuka pada 2008. Namun, koleksi kupu-kupu dan flora yang ada di tempat tersebut terus bertambah. Banyak penumpang pesawat yang tengah menunggu pesawat mengunjungi tempat ini. Sebab, di tempat ini berkeliaran hampir 1.000 kupu-kupu dari berbagai jenis.</p>
<p>Butterfly Garden adalah sebuah taman kecil yang didesain dengan menarik. Di taman kupu-kupu tersebut selain tanaman tropis juga ada air terjun buatan. Sayang saya datang malam hari jadi tidak begitu jelas terlihat tapi tetap Nampak indah. Dengan lampu-lampu sorot yang ditempatkan dibeberapa sudut taman kupu-kupu tersebut.</p>
<p>Letak Butterfly Garden ini di terminal 3 jadi kalau kita dari Jakarta pesawat akan mendarat di Changi di terminal 2 nah untuk  menuju terminal 3 kita disediakan skytrain yang menghubungkan antar terminal.</p>
<p>Singapore, Negara kecil hampir sebesar Jakarta terlihat sangt serius membangun dan mengelola bandara International-nya. Fasilitas lain yang tak kalah menarik selain duty free adalah Internet. Nah, internet bisa jadi adalah fasilitas yang paling banyak ditemukan di Changi. Setiap sudut bahkan di ruang tunggu pesawat telah disediakan fasilitas komputer yang terhubung dengan internet. Waktu yang disediakan memang hanya 15 menit. Tapi, karena banyak Anda tidak perlu was-was ada orang lain menunggu di belakang Anda. 15 menit sudah lebih dari cukup untuk cek email, kirim email dan update status di facebook dan twiter. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <a href="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/009.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-84" title="kupu-kupu di kaca bandara" src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/009.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Dari terminal 3 Changi kita naik Singapore Airlines lagi menuju New York dengan transit di Frankfurt German.  Singapore – Frankfurt  ditempuh selama 12 jam. Bandara Frankfurt,  kelihatan kecil dari luar desainnya minimalis tapi sangat khas eropa, khas German. Kita akan mudah mengenali sedang ada di bandara german karena plang / petunjuk nya berbahasa German. Ehehheheh.</p>
<p>Sampai di Bandara JFK  New York</p>
<p>Setelah dalam pesawat  10 jam lebih akhirnya sampai juga di benua Amerika. Ini bukan pertama kali saya menginjak benua Amerika tahun sebelumnya, tahun  2010 saya pernah menginjak benua ini dibagian yang lain yakni di bagian selatan benua Amerika. Orang-orang sering menyebutnya Amerika Latin. Saya datang ke Argentina ke sebuah kota bernama La Plata pinggir ibukota Argentina, Buenos Aires. Setahun kemudian saya menginjakan kaki dibagian lainnya,  di kota New York, Amerika Serikat.</p>
<p>Turun dari pesawat di bandara JFK New York, saya mulai gelisah, cerita-cerita tentang imigrasi di USA cukup mempengaruhi pikiran saya. Antrian panjang di imigrasi dan melihat orang-orang di depan saya berjejer teratur, rapih, dan tertib dalam pemeriksaan imigrasi. Sambil ngantri saya lihat tv yang ada di bandara JFK  sedang menyiarkan akan ada peluncuran produk Apple  Inc. yakni Iphone 4S di kota-kota besar di Amerika. Saya tak menyangka bahwa besoknya Steve Jobs pendiri dan Inovator  produk Apple meninggal.</p>
<p>Saya ngantri di gate 12 kemudian saya pindah ke gate 8 karena pihak imigrasi di gate 12 begitu santai wawancara seorang ibu dari China. Terkesan seperti ngerumpi. Lama banget sampai bosen nunggu-nya padahal gate  lain sudah pada mau selesai antriannya.</p>
<p>Kesempatan saya  pun datang. Saya menuju pihak imigrasi USA di bandara JFK New Nyork di gate 8. Saya udah persiapkan semua, mulai dari paspor, surat visa J-1 dan surat-surat lain dari kedubes Amerika di Jakarta.  Saya hanya ditanya dua pertanyaan, mau ngapain ke Amerika dan apa tujuannya. Tentu saja jawaban nya sudah saya persiapkan  jauh hari sebelum saya dapet visa US. J setelah itu  saya diminta nempelin jari-jari di mesin yang ada di meja pemeriksaan imigrasi. Doi  ( penjaga imigrasi) melihat wajah saya kemudian lihat monitor computer yang ada didepannya. Setelah itu dengan semangat doi langsung aja mencap kartu dan buku paspor saya. Saya pun melenggang dengan santai masuk Amerika. Tidak seseram yang saya bayangkan sebelumnya.</p>
<p>Dari JFK New York Ke Washington DC</p>
<p>Rupanya kemudahan di imigrasi  harus dibayar di penerbangan  lokal di Amerika. Dari New York kami naik United, maskapai baru di Amerika menuju Washington DC.</p>
<p>Antrian yang  panjang, system sekuriti bandara yang  sedikit paranoid dan terkesan menyebalkan akhirnya harus saya alami juga. membuka sepatu, ikat pinggang, jaket, laptop, kemudian di periksa badan bolak-balik oleh petugas. Hal ini berlaku juga untuk warga Amerika yg lain saya dengar mereka juga mendumel tentang aturan bandara yang terlalu paranoid ini. Satu sisi baik untuk ke amanan tapi sisi lain beban  bagi yg melakukan perjalanan cepat. Karena harus ngantri panjang-panjang padalah pesawat mungkin sudah siap2 berangkat. Intinya di bandara Amerika anda harus mempersiapkan waktu lebih panjang untuk ngantri sebelum  berangkat. Prepare sekitar 3 jam sebelumnya.</p>
<p>Akhirnya sampailah kami di  Washington.  Kelihatanya pesawat yang kami tumpangi ini ngebut soalnya sampai di bandara dundles, Washington DC belum ada yang menjemput. Menunggu satu jam kemudian kita pun  menuju hotel.  Namanya Renaissance hotel, di daerah dupont circle Washington DC.</p>
<p>Gejala baru muncul malam-malam tak bisa tidur. Ahhh. Saya liat jam  sudah jam 1 pagi di Washington kok mata ini tidak  mau terpenjam, rupanya inilah yg disebut jetleg. Perjalanan panjang dan perubahan waktu. Di Indonesia  artinya jam 1 siang klo di Washington  jam 1 malem. Pantes.</p>
<p>Lanjutan cerita berikut-nya. Apa saja yang saya alami di Washington DC dan New York. Tunggu catatan perjalanan kedua dan ketiga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=83&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/dari-bandung-menuju-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/009.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kupu-kupu di kaca bandara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>butterfly garden</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 08:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/"><img src="http://rumahiman.wordpress.com/files/2011/10/002.jpg" alt="butterfly garden" class="size-full wp-image-80" /></a><p>taman kupu-kupu di Changi Airport Singapore</p> <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=81&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/"><img src="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/002.jpg?w=640" alt="butterfly garden" class="size-full wp-image-80" /></a>
<p>taman kupu-kupu di Changi Airport Singapore</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=81&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/10/31/butterfly-garden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rumahiman.files.wordpress.com/2011/10/002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">butterfly garden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tanah katakata</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/tanah-katakata/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/tanah-katakata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 07:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kata-kata]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[setiap hari kita memakan kata-kata. tanah bagi kisah dan cerita. tumbuhlah di dalamnya dongeng dan puisi cengeng; seperti kata-kata yang diolah dengan pupuk pestisida. menyebar jadi virus di kepala, menghantui ingatan; terus menerus memberi peringatan.  menggiurkan dan menyimpan racun. sehat &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/tanah-katakata/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=72&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>setiap hari kita memakan  kata-kata. tanah bagi kisah dan cerita. tumbuhlah di dalamnya dongeng  dan puisi cengeng; seperti kata-kata yang diolah dengan pupuk pestisida.  menyebar jadi virus di kepala, menghantui ingatan; terus menerus  memberi peringatan.  menggiurkan dan menyimpan racun. sehat sekaligus  penuh penyakit. paradok yang lucu dari buah yang tumbuh di kata-kata.</p>
<p>aku  bertemu dengan  banyak cerita, kisah lucu dan jenaka manusia. aku  mengambil buahnya dan kumakan sekedarnya kadang-kadang menumbuhkan-nya  menjadikan bibit dari  kisahku sendiri. selanjutnya hanya memberinya air  kehidupan dan sedikit pupuk dari kesabaran.</p>
<p>cerita-cerita itu hadir di hidup kita kadang kita menyapanya dengan gembira dan wajah merona kadang dengan sedih merajalela.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=72&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/tanah-katakata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca &#8220;Jejak Sajak&#8221; Dharmadi</title>
		<link>http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/membaca-jejak-sajak-dharmadi/</link>
		<comments>http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/membaca-jejak-sajak-dharmadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 04:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan kecil]]></category>
		<category><![CDATA[dharmadi]]></category>
		<category><![CDATA[jejak sajak]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[pembacaan]]></category>
		<category><![CDATA[permainan kata]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahiman.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Mulai dengan pertanyaan Apa yg dimaksud dengan jejak sajak ? apakah jejak dari sajak semata yakni semua hal yg berkaitan dengan kenapa sajak itu hadir atau yang dimasud adalah jejak penulis sajak ? pertanyaan lanjutan dari itu adalah, bagaimana melihat &#8230; <a href="http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/membaca-jejak-sajak-dharmadi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=63&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai dengan pertanyaan<br />
Apa yg dimaksud dengan jejak sajak ? apakah jejak  dari sajak semata  yakni semua hal yg berkaitan dengan kenapa sajak itu hadir atau yang  dimasud adalah jejak penulis sajak ? pertanyaan lanjutan dari itu  adalah, bagaimana melihat jejak sajak tersebut ? apakah ditanyakan  langsung pada penulis-nya dari mana kata-kata yg dipakai dan dalam  situasi apa kata-kata itu muncul sehingga menjadi sebuah sajak atau kita  sebenarnya sedang di minta oleh penulis sajak untuk membaca sajak-nya  karena disitulah (dalam sajak-nya) ada jejak hidup-nya.<br />
Bagi saya kata ‘jejak sajak’ bisa punya dua pengertian itu. Dua  pertanyaan dan dua pendekatan untuk melihat. Bila kita mencoba melakukan  pendekatan pertama maka yang akan kita lakukan adalah membongkar semua  kata yang digunakan Dharmadi dalam sajak-nya. Misal; dari  mana  inspirasi sajak-nya, keterpengaruhan bahasa sajak-nya, dll.  Bila  menggunakan pendekatan kedua, maka yang akan kita lakukan adalah kerja  antropologis. Mencari tahu kebiasaan dan tingkahlaku Dharamadi dari apa  yang telah dia tulis dalam sajak-nya. <span id="more-63"></span><br />
Kedua pendekatan itu sama-sama  punya resiko, yakni tidak akan bisa  melihat secara utuh sajak Dharmadi dan juga Dharamdi-nya. Karena yang  utuh, yang nyata, Dharmadi-nya sendiri dan hidup-nya. Kerja ‘pembacaan’  hanya sekedar kerja menduga-duga dan ada peluang ‘kelupaan’  sebagai  manusia. Bisa jadi juga ketidak-utuhan itu karena Dharmadi  tidak  mengumumkan semua sajak-nya.  Yang diumumkan hanya sajak-sajak  pilihan-nya yang sudah ditimbang, diedit, diperbaharui, dll.  Itulah  sebab-nya pembacaan pada sajak atau-pun pada penulis sajak (orang-nya)  akan selalu tidak memuaskan hasrat yang utuh. Sebuah hasrat untuk  mengungkap rekam jejak kesastraan  atau kepenyairan seseorang. Walaupun  menyadari keterbatasan itu, saya mencoba memuaskan jenis hasrat yang  lain. Minimal membahagiakan seorang teman bernama Isra yang tergila-gila  dengan senja yang meminta saya memberi komentar pada buku puisi ‘Jejak  Sajak’ Dharmadi.</p>
<p>Bermain-main dengan Sajak Dharmadi<br />
Dari pengatar itu,  saya akan coba masuk membaca ‘jejak sajak’ Dharmadi  dari cara pandang saya terhadap teks yang ditulis-nya. Kerja pertama  yang saya lakukan adalah ; memulai dengan mengumpulkan semua judul  sajak-nya. Maka yang akan kita dapatkan seperti ini ;<br />
Gelombang, Sajak Bunga Plastik, Bermain Dalam Kelincahan, Bola Mata,  Hari-hari Berkabut, Penari Ular Di Bar, Di Sebuah Taman Kota, Perjalanan  Malam, Malam Pertama, Ketika di Candi, Sejarah Yang Berdarah, Dalam  Bara Prasangka, Sajak Selongsong Peluru, Negeri Tragedi, Malam Dan  Bulan, Perempuan Hitam di Sudut Taman, Merindu Hijau, Ingin Kulukis di  Bidang Sela Kembar Payudaramu, Persetubuhan Malam, Musim Kering, Musim  Kering-1, Musim Kering- 2, Dalam Mainan, Pencarian DI Negeri  Samar-Samar, Pejalan, Di Lahan Jati Diri, Kesejatian, DI Ranjang Jiwamu,  Oh Sang Maha Wiku, Arang Kayu, Rindu Bening Telaga Matamu, Dalam Senja,  Pengembara, Sajak, Sesaat Kaugurat Batu, Mencari Kosong, Embun, Langit,  Keikhlasan, Meditasi, Ketika Naik Bus Transjakarta, Penari Topeng,  Gerhana Bulan, Kembali Pulang Merapat ke Bayang.<br />
Semuanya ada 45 judul sajak yang terkumpul di ‘Jejak Sajak’ Dharmadi. Di  buku-kan dalam sebuah format cetak buku tipis ukuran 13&#215;20 cm. Semua  judul puisi ditulis dengan hurup besar memakai font Times News Roman  ukuran 12. Diterbitkan oleh penerbit Politeknik Pratama tahun cetak  pertama 2008 (tidak ada keterangan bulan) dipercetakan gez offset di  Purwokerto. Di dalam buku tersebut ada sejenis kata per-untuk-an buku  tersebut  kepada istri dan anak-nya serta pengatar dari Dharmadi dan  beberapa komentar dari  Medy Loekito, Budhi Setyawan, dan Mas’ut. Di  cover belakang ada beberapa komentar dari Pudwijanto Arisanto, Yonathan  Rahardjo, dan Teguh Sucianto.<br />
Kerja pertama ini disebut juga semacam kerja pengamatan awal, suatu  upaya untuk mendeskripsikan atau penggambaran pada apa yang tampak  secara fisik (buku).<br />
Selanjutnya saya akan mulai dengan permainan kata yang berangkat dari  judul-judul sajak Dharmadi. Secara acak dan intuitif saya akan coba  simpan judul-judul puisi Dharmadi tersebut untuk membangun sebuah  ungkapan yang  lain. Semacam kerja iseng pembacaan pada sebuah teks. Ini  yang terjadi;</p>
<p>Bermain Dalam Kelincahan Bola Mata<br />
Hari-hari Berkabut<br />
Penari Ular Di Bar, Di Sebuah Taman Kota<br />
Malam Pertama Dalam Mainan<br />
Perjalanan Malam Perempuan Hitam di Sudut Taman<br />
Persetubuhan Malam Di Lahan Jati Diri<br />
Kesejatian Pengembara Mencari Kosong<br />
Musim Kering Di Ranjang Jiwamu</p>
<p>Oh Sang Maha Wiku</p>
<p>Sesaat Kaugurat Batu<br />
Arang Kayu, Embun, Langit<br />
Sajak Selongsong Peluru</p>
<p>Ketika Naik Bus Transjakarta<br />
Ingin Kulukis di Bidang Sela Kembar Payudaramu<br />
Sejarah Yang Berdarah Negeri Samar-Samar<br />
Dalam Bara Prasangka Negeri Tragedi</p>
<p>Ketika di Candi<br />
Malam Dan Bulan Merindu Hijau<br />
Rindu Bening Telaga Matamu</p>
<p>Meditasi Pejalan<br />
Dalam Senja  Gelombang Sajak Bunga Plastik<br />
Kembali Pulang Merapat ke Bayang</p>
<p>Inilah sebuah contoh dari permainan menempel atau meng-kolase kata-kata  yang hadir sebagai judul puisi dalam kumpulan ‘Jejak Sajak’ Dharmadi.  Proses-nya hanya menempelkan judul itu secara utuh tidak mencomot-nya  perkata. Jenis permainan seperti ini bisa digunakan dalam teknik  penulisan puisi hari ini. Kata kunci yang ingin saya sampaikan dengan  model permainan ini adalah; puisi tak sekedar permaina metafora dan  kata-kata. Selayak-nya puisi bisa melampaui itu semua.</p>
<p>Perempuan, Perjalanan dan Sejarah Negeri<br />
Membaca sajak-sajak Dharmadi dalam kumpulan ‘Jejak Sajak’  saya  menemukan ada 3 hal yang cukup besar porsi-nya hadir dalam sajak-sajak  tersebut yakni; perempuan, perjalanan dan sejarah negeri.  Porsi cukup  banyak tentang tiga tema tersebut  dalam kumpulan sajak ini di bagi  dalam 2 priodisasi waktu yang cukup berbeda. Pertama sajak-sajak yang  berlabel waktu penulisan tahun 1994 sampai tahun 2000 dan yang kedua  sajak yang berlabel waktu penulisan tahun 2006 dan 2007. Melihat label  waktu tersebut dalam kumpulan sajak ini  menimbulkan beberapa asumsi  dipikiran saya. Pertama, dalam kurun waktu 2001 s.d 2005 Dharmadi tidak  menulis puisi. Kedua, puisi ini di niatkan dengan tema khusus artinya  tidak bisa dilihat dari kurun waktu penulisan. Dan ketiga, puisi  yang  ditulis dari kurun waktu 2001 s/d 2005 sudah di antologikan dalam  antologi buku yang lain sehingga tidak perlu diikutsertakan dalam  antologi ‘Jejak Sajak’ ini. Asumsi itu saya biarkan ada dalam pikiran.  Tak berniat mencari tahu lebih jelas. Karena pokok-nya bukan di urusan  itu justru hal pokok ada dalam sajak itu sendiri.<br />
Kembali pada tiga tema yang banyak diungkap oleh Dharmadi dalam  sajak-sajak-nya  yakni tentang perempuan, perjalanan dan sejarah negeri   bisa ditelusuri dengan jelas dalam sajak-sajak-nya. Saya sarankan anda  atau siapapun yang membaca tulisan ini untuk langsung membaca puisi-nya.  Bisa cari di mesin pencari google dengan kata kunci ‘Jejak Sajak  Dharmadi.’Bila saya terangkan dengan sedikit gamblang akan punya resiko  dituduh terlalu menggurui.  Walau-pun begitu, saya coba tampilkan  salah-satu sajak Dharmadi, yang menurut saya sajak ini sedikit prosais  tapi juga sedikit bisa memberi gambaran tentang 3 tema besar yang saya  tuduhkan pada sajak-sajak Dharmadi. Judulnya;  Ketika Naik Bus  Transjakarta.</p>
<p>ketika sesekali naik bus transjakarta//mata lelakiku kadang iseng atau  tak sengaja menatap payudara/di dada pernumpang perempuan yang mengintip  lewat model pakaiannya,/<br />
ah, betapa subur dan indahnya;/lava gairahku mengalir begitu saja, ingat  masa kecil ingin kembali/menetek susu ibu,/mencecap rasa nikmatnya  sambil memainkan putingnya/kadang dengan jemari atau mulut lembutku  dalam hangat dekapan di gendongan.//<br />
ketika sesekali naik bus transjakarta; //mata lelakiku yang kadang iseng  atau tak sengaja menatap pusar di perut penumpang perempuan yang nongol  lewat model pakainnya,/ingat pada plasentaku yang dulu di dinding rahim  ibu// dan pikiranku terus melayang, membayang lubang di bawah/pusar  penumpang perempuan ketika menatap bagian celana dalamnya/yang sedikit  nampak lewat pakaiannya;ingat lubang/di bawah pusar ibu yang terlindung  sepasang pangkal tiang paha,/jalan awal kumemandang dunia.//(Ketika Naik  Bus Transjakarta, Jejak sajak, hal 42).</p>
<p>Di puisi itu tergambar ada perempuan ; dada pernumpang perempuan yang  mengintip lewat model pakaian tentu juga ada perjalanan : ketika  sesekali naik bus transjakarta  dan juga sejarah negeri ; Transjakarta  saya kira baru oprasional di Jakarta tahun 2006/2007-an sebelumnya  Jakarta belum mempunya angkutan publik yang lebih teratur seperti itu.  Itu bisa menggambarkan sedikit sejarah angkutan publik di negeri ini  kan.</p>
<p>Sajak Padat dan Pendek<br />
Dibeberapa puisi yang terkumpul di ‘Jejak Sajak’ ada beberapa sajak yang  ditulis dengan ketat. Dia hadir begitu padat dan juga pendek.  Misal di  Sajak Bunga Plastik, Sajak Selongsong Peluru, Musim Kering-2, Di Lahan  Jati Diri, Kesejatian, Di Ranjang Jiwamu, Oh-Sang Maha Wiku,  Rindu  Bening Telaga Matamu, Langit, Keikhlasan, dan Meditasi.<br />
Peluang sajak pendek dan padat adalah sajak tersebut bisa membangun  imaji pembaca lebih luas dan membangun tumpukan makna.  Resiko-nya sajak  seperti ini akan membutuhkan cukup waktu untuk mencerna-nya.</p>
<p>Mengakhiri catatan<br />
Karena dari awal saya sudah mengaku menyerah untuk tidak bisa membahas  sajak-sajak Dharmadi secara utuh dan komprehensip maka catatan ini bisa  dimaknai hanya sekedar respon terhadap hasil membaca.  Bung Senja Aditya  Fajar, saya kira tulisan ini sekedar permohonan maaf  untukmu kawan.  Perjalanan dan waktu yang kurang tepat menjadikan tulisan ini terasa  tergesa-gesa. Semoga semuan-ya sehat.<br />
Salam hangat + Genggam erat<br />
Iman Abda<br />
imanabda@yahoo.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rumahiman.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rumahiman.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rumahiman.wordpress.com&amp;blog=2834755&amp;post=63&amp;subd=rumahiman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahiman.wordpress.com/2011/02/18/membaca-jejak-sajak-dharmadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e2533a8b7adc077d21f147c7c5a96106?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rumahiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
