catatan senyuman

dari kosong menuju semesta

: buah apel

‘inilah revolusi kata, revolusi tangan dan jiwa, revolusi hati kita’

 

buah apelku, kamu tahu bukan, warna cinta selain warna matamu

ya, itu dia semesta warna senyummu

buah apelku, kamu tahu bukan, warna cinta selain warna senyummu

ya, itu dia semesta warna hatimu

 

bila kemudian akar pohon, hijau daun, dan ranting-ranting gugur satu persatu di jiwamu, lepaskan saja cahaya itu menuju arah bintang di dada

 

buah apelku, kamu tahu bukan, warna cinta selain warna darahmu

ya, itu dia peluru dan batu-batu di kotamu

buah apelku, kamu tahu bukan, warna cinta selain warna tulangmu

ya, itu dia air mata dan duka cita di jantungmu

 

bila kemudian api mudamu membakar kota-kota, mall-mall, bioskop-bioskop, buku-buku, lepaskan saja kegilaan biar semua menjadi anjing di kepala

 

‘pandanglah ke dalam diri: jangan lari!, ini satu revolusi: tanpa ambisi untuk mengubah dunia, tanpa dendam atau perasaan terhina, tanpa kebencian atau salvo senjata’

 

Iman Abda, 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 14, 2008 by in semacam puisi.
%d bloggers like this: