catatan senyuman

Mangikuti Konfrensi Internasional Pertemuan Radio Komunitas Se-Dunia

Catatan ini diniatkan sebagai sebuah cerita kecil keterlibatan dan keikutsertaan saya di AMARC 10.  Acaranya berlangsung di kota La Plata, Buenos Aires, Argentina dari tanggal 8 s/d 14 Nopember 2010. Kebetulan saya jadi wakil dari JRKI yang punya kesempatan bisa datang di AMARC 10 tersebut.  Kedatangan saya (JRKI) di acara tersebut di suport oleh Ford Fondation.

Beberapa teman lain dari Indonesia yang hadir di Amarc 10 adalah Eva Caroline ( rakom di pontianak), Rahel Lewi ( rakom Tamborolangi, Toraja), Nieke Jahja ( Combine),  kedatangan ke Amarc 10 nya di suport oleh Tifa foundation. selain itu ada juga  Janti Wirayanti ( VHR Media), dan Ade Tanesia ( Combine) sama dengan saya di suport oleh Ford.  Dan, tentu saja ada juga mas Imam Prakoso ( board Amarc Asia Pacific utk Indonesia).
Di Konferensi Global pertemuan Radio Komunitas sedunia tersebut, Indonesia mengusulkan 2 point agenda yang jadi resolusi AMARC 10, pertama, berkaitan dengan disaster management dan radio komunitas dan yang kedua berkaitan dengan Alokasi Frekuensi radio komunitas. Untuk alokasi frekuensi ini JRKI minta AMARC bisa melakukan advokasi ke ITU ( International Telecomunication Union)  lembaga setingkat PBB  yg punya kewenangan utk membuat kebijakan frekuensi  di dunia.  JRKI meminta AMARC juga utk  mengadvokasi pemerintah Indonesia supaya memperlebar alokasi frekuensi untuk radio komunitas.

Di AMARC 10 ini yang jadi oc atau penyelenggara adalah AMARC Argentina,  saya harus acungi jempol untuk gaya penyelenggaraannya yang keren.  Kalau ga salah di AMARC 10 ini berkumpul lebih dari 500 lembaga penyiaran radio komunitas dan para pemangku kepentingan dari 87 negara.  AMARC 10  merupakan  konferensi global pertama yang  diadakan di Amerika Selatan (sering juga disebut sebagai Amerika Latin).  Dan menghasilkan president AMARC baru dari wakil Amerika Selatan.  Yaitu María Pia Matta, presiden baru AMARC. Ketika di umumkan terpilih jadi president doi menyerukan  untuk meningkatkan solidaritas internasional  untuk penyiaran radio komunitas  yang dianiaya dan saatnya sekarang memperdalam dampak sosial radio komunitas untuk menghadapi tantangan kemanusiaan di abad 21.
Konferensi AMARC 10 yang berlangsung  selama seminggu diikuti oleh penyiar akar rumput , aktivis kebebasan media dan para komunikator serta akademisi komunikasi.

Di AMARC 10 juga ada pemberian hadiah solidaritas ke radio komunitas Haiti untuk peran mereka dalam mendukung penduduk setelah gempa bulan Februari 2010. AMARC 10 juga menghasilkan garis strategis aksi (action plan) untuk 2011-2014  yang isinya dirangkum dari pertukaran konten yang kaya dan rekomendasi dari pleno, seminar dan lokakarya tentang memperkuat dampak sosial dari radio komunitas dalam pembangunan, demokratisasi dan pengakuan keragaman masyarakat; untuk memastikan keberlanjutan sosial, ekonomi dan politik sektor di tingkat lokal, regional dan internasional.
Ini Board baru hasil dari AMARC 10
Maria Pia Matta, Presiden, Chili.
Emmanuel Boutterin, Wakil Presiden, Perancis.
Franklin Huizies, Bendahara, Afrika Selatan.
Marcelo Solervicens, Sekretaris Jenderal.
Maria Eugenia Chavez, Vicepresident untuk Perempuan Network International, Meksiko.
Ashish Sen, Vicepresident untuk Wilayah Asia-Pasifik, India.
Oumar Seck Ndiaye, Vicepresident untuk Afrika, Senegal.
Carlos Aparicio, Vicepresident untuk Amerika Latin & Karibia, Meksiko.
Sony Esteus, Vicepresident, Haiti.
Silvia Richardson, Vicepresident, Kanada.
Wilna Quarmine, Wakil Presiden, Ghana.
Sawsan Zaida, Vicepresident, Yordania.

Di akhir acara  konfrensi AMARC 10 semua peserta dijak jalan ke Buenos Aires, mengunjungi Plaza de Mayo dan radio-radio komunitas di Argentina. Acara penutupan dilakukan di pemukiman Moron sebagai bagian dalam penghormatan simbolik ke memori dari orang-orang yang  hilang di Argentina  selama kediktatoran militer terbaru di Argentina. Hal tersebut  mengingatkan kita pada pentingnya hak-hak komunikasi dalam membangun masyarakat demokratis.  Hasta La Vista Argentina!

 

Segitu dulu sedikit cerita dari saya. Sebuah laporan singkat yang terlambat.  Maafkan kalau ceritanya ga terlalu menarik.

 

Salam hangat + genggam erat

Iman Abda

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 17, 2011 by in catatan kecil, Radio Komunitas and tagged , , , .
%d bloggers like this: