catatan senyuman

New York, Sebuah kota pertunjukan dan MoMA

Yang saya ingat di New York adalah urusan-urusan yang berkaitan dengan pertunjukan.  Menonton Mamma Mia di Broadway (baca tulisan Ismira Lutfia di BeritaSatu.Com – Budaya – Menikmati “Mamma Mia!” di Panggung Broadway),  Nongkrong di  Ellen’s Stardust sambil melihat para pelayannya bernyanyi. Melihat etalase barang-barang berbagai macam produk di 5th Ave. Mengunjungi Apple store, mencari-cari toko Staples :)  dan melihat Museum Of Modern Art (MoMA).

Secara program, di New York  tidak terlalu padat seperti di Washington. Mungkin karena bertepatan dengan waktu libur  yakni hari sabtu dan minggu yang dilanjut dengan Columbus Day hari senin nya. Jadi long weekend.  Praktis  baru hari Selasa  bisa bertemu dengan Mr. Michael Arena, professor dari The Graduate School of Journalism, City University of New York setelah itu  bertemu dengan Professor Douglas Muzzio  dari Baruch College dan terakhir ke tempat Digital Democracy(http://digital-democracy.org/) .

Tentu saja kami pun mengunjungi gedung United Nation (PBB), NBC dan patung Liberty serta wall Street. Ikon-ikon kota New York. Waktu kami di Wall Street demo sedang berlangsung Occupy Wall Street. Saya masuk berdesak-desakan di antara para demonstran itu dengan niat hanya untuk ikut nampang dan di potret.🙂

Cerita-cerita pertemuan dan kunjungan di New York mungkin akan diceriatkan teman yang lain  saya akan menceritakan satu kunjungan sepesial saya ke sebuah museum. Saya kira dari rombongan hanya saya seorang yang masuk museum ini.  Saya masuk dan melihat-lihat Museum of Modern Art ( MoMA).

Hari terakhir di New York di isi dengan agenda bertemu dengan pak Dino Patti Djalal, duta besar RI untuk Amerika di  sebuah hotel di dekat central park New york. Sambil breakfast kami mendialogkan berbagai macam isu dan agenda-agenda kedubes RI di Amerika. Pa Dino cerita juga tentang yang sudah dan sedang dilakukan untuk mempopulerkan kebudayaan Indonesia yakni jenis seni  Angklung dan Batik. Acara memainkan Angklung dengan lebih dari 5000 orang masuk  di Guinness World Record. Sedang untuk mempopulerkan batik sebagai bagian dari warisan dunia, kedubes RI di US melakukanya   dengan cara  mengadakan lomba desain batik model Amerika. Rencana-nya acara pameran batik tersebut akan di adakan di San Francisco pada pertengahan bulan November 2011 ini.

Setelah acara ngobrol sama dubes kami pun berpencar, sebagian besar cari oleh-oleh, saya memilih mengunjungi museum MoMA. Siang itu hujan turun di New York,  suhu udara lumayan dingin terutama karena angin-nya yang cukup kencang. Saya mulai mengantri untuk masuk ke Museum. Antrian yang cukup panjang untuk sekedar beli tiket. Saya nikmati aja antrian itu di depan saya sepertinya orang dari Eropa Timur dan di belakang saya orang dari Jepang. Kelihatanya yang banyak berkunjung ke MoMa hari itu kebanyakan turis.🙂

MoMA didirikan pada 1929 sebagai lembaga pendidikan, dan didedikasikan untuk menjadi museum seni modern terkemuka di dunia. komitmen utamanya adalah  membentuk, melestarikan, dan mendokumentasikan koleksi permanen dari seni modern dan kontemporer dunia.

Seni modern dan kontemporer yang ada di museum MoMA adalah karya-karya seni yang  dimulai pada akhir abad kesembilan belas dan sampai yang terkini.  Kita bisa melihat karya  Vincent van Gogh sampai Willem De Kooning.  Tentu saja saya juga bertemu dengan karya-karya yang menakjubkan lainnya seperti karya Pablo Picaso, Henri Matisse, Claude Monet,  Marcel Duchamp,  karya-karya Fluxus,  Diego Rivera, Jackson Pollock, Andy Warhol, Joseph Beuys,  dll. Terlalu banyak. Ada 6 lantai dengan area yang cukup luas tidak cukup sehari untuk bisa menikmati dengan tenang semua karya yang ada di museum tersebut.

Karya seni modern dan kontemporer yang ada di MoMA  adalah karya yang melampaui batas nasional dan melibatkan semua bentuk ekspresi visual, lukisan, patung, gambar, cetak dan buku-buku ilustrasi, fotografi, arsitektur dan desain, dan film dan video, serta bentuk-bentuk baru berupa instalasi.

Di pengatar singkatnya, Museum of Modern Art berusaha untuk menciptakan dialog antara seni yang sudah mapan  dan eksperimental, masa lalu dan masa kini, dalam suatu lingkungan yang responsif terhadap isu-isu seni modern dan kontemporer.

Untuk bisa menikmati semua karya yang ada di MoMa saya  harus beli tiket seharga 20 dollar. Dan saya sarankan jangan terlalu banyak membawa barang kalau mau masuk ke MoMA karena semua barang bawaan diminta untuk di simpan di tempat penitipan barang yang dalam situasi tertentu sangat ngantri panjang sekali. Kebetulan saya mengalaminya untuk menyimpan tas yang saya bawa. Butuh waktu 1 jam lebih hanya untuk menyimpan barang aja. Waktu itu pengunjung sedang banyak sekali. Tapi antrian yang panjang terbayar sudah dengan melihat karya-karya seniman dunia yang menakjubkan.

One comment on “New York, Sebuah kota pertunjukan dan MoMA

  1. Pingback: VVG Apotheke zählt zu den beliebtesten Online Apotheken Deutschlands | Fachpresse Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 2, 2011 by in Jalan-jalan.
%d bloggers like this: