catatan senyuman

Mengudara Melawan Korupsi

mengudaramelawankorupsi

‘Mengudara Melawan Korupsi’ adalah sebuah tagline dari Gerakan Radio Komunitas untuk Indonesia Bersih #GRKIB yang di usung oleh JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia) untuk kampanye anti korupsi melalui radio komunitas. Catatan ini mencoba memaparkan kenapa penting terus menerus mengkampanyekan anti korupsi di radio komunitas.

Kita tahu Indonesia adalah negara dengan tingkat korupsi yang tinggi. Berdasarkan hasil survey tahun 2013 oleh lembaga independen transparency.org 
 dari 146 negara yang disurvey, tercatat data 10 besar negara yang dinyatakan sebagai negara terkorup dan Indonesia ada di rangking ke-5 dari 10 besar negara terkorup tersebut.

Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan total penanganan perkara tindak pidana korupsi dari tahun 2004-2014 adalah penyelidikan 620 perkara, penyidikan 380 perkara, penuntutan 295 perkara, inkracht 261 perkara, dan eksekusi 281 perkara. Perkara yang ditangani dari aceh sampai Papua dengan profesi terpidana beragam dari mulai swasta, hakim, kepala pemerintahan sampai anggota dewan. Untuk lebih jelasnya bisa buka di acch.kpk.go.id

Di lain sisi, di masyarakat Indonesia yang beragam budaya, agama, dan bahasanya ada pandangan bahwa korupsi bagi sebagian masyarakat Indonesia masih dipandang bukan sesuatu yang dianggap salah tapi juga tidak di anggap benar. Artinya sebagian masyarakat Indonesia membiarkan terjadinya korupsi dalam kehidupan sehari-hari tapi juga benci terhadap pelaku korupsi. Kebiasaan untuk ‘membiarkan’ atau ‘diam.’

Kebiasaan ‘diam’ masyarkat Indonesia terhadap prilaku koruptif tersebut sudah seperti gaya hidup, ditambah adanya pepatah yang beredar di masyarakat yakni ‘diam itu emas.’ Pepatah ini awal mulanya positif untuk tidak bergosip tapi menjadi tidak baik kalau dalam kasus korupsi. Kondisi ini masih terus berlangsung sampai sekarang. Bila ditelusuri mungkin kebiasaan masyarakat untuk ‘diam’ ini akibat dari sejarah panjang penjajahan dan sikap refresif pemerintah ‘orde baru’ selama 30 tahun lebih.

Pasca orde baru yakni masa reformasi sekarang, Indonesia punya lembaga bernama KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) yang berdiri tahun 2004, sebuah lembaga negara yang punya tugas dan kewenangan untuk melakukan pemberantasan dan pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di Indonesia. Setelah ada KPK, banyak koruptor tertangkap tangan, banyak kasus korupsi terbongkar, banyak pejabat Indonesia di dakwa dan masuk penjara.

Walaupun sudah banyak kasus korupsi yang ditangani oleh KPK dan jadi berita ‘heboh’ di media massa pelaku korupsi selalu ada, Jadi informasi dari media massa seolah tidak berdampak, tidak menghilangkan prilaku koruptif, malah ada kecenderungan, koruptor lebih banyak dan lebih pintar untuk menyiasati aturan tentang korupsi di Indonesia. Karena belajar dari media massa dan kasus-kasus korupsi sebelumnya.

Media massa punya kecenderungan memberitakan kasus korupsi itu karena punya nilai berita atau kata lain layak dijual ke pemirsa. Sehingga pemberitaanya kadang keluar dari kaidah jurnalisme karena bagi media massa yang penting ‘heboh’ dan layak jualnya. Dan yang membuat berita jadi ‘heboh’ adalah putusan hukum dan penetapan tersangka seorang pejabat publik. Media menyukai soal-soal berkaitan dnegan korupsi di wilayah penindakan.

Pendekatan hukum terhadap korupsi menjadikan gerakan anti korupsi sebatas soal ‘penindakan’ padahal ada soal utama lain dalam gerakan anti korupsi ini adalah soal ‘pencegahan’. Sehingga gerakannya elitis kurang populis. Untuk menjadikan gerakan anti korupsi sebagai bukan semata tindakan hukum tapi satu gerakan populis maka dibutuhkan berbagai macam cara mengadvokasi masyarakat untuk ikut terlibat dalam gerakan anti korupsi. Mengubah prilaku orang yang tadinya membiarkan korupsi menjadi anti terhadap korupsi.

Untuk membangun budaya anti korupsi maka perlu di tumbuhkan dengan pengetahuan yang benar tentang bahayanya korupsi di masyarakat yang berefek pada kerugian besar yang akan dialami oleh masyarakat. Di sinilah peran agen-agen informasi di akar rumput dan komunitas serta keluarga menjadi penting untuk menumbuhkan generasi baru Indonesia yang anti korupsi.

Adalah radio komunitas. sebuah media yang dikelola oleh komunitas dengan partisipatif yang punya prinsip pengelolaan informasi, dari komunitas oleh komunitas dan unttuk komunitas, telah mulai melakukan kampanye anti korupsi sejak tahun 2009 di Indonesia. Telah banyak juga kerja-kerja radio komunitas lewat on air maupun of air untuk mengkampanyekan anti korupsi dengan tujuan mencegah terjadi-nya korupsi. Seperti mengawasi dan monitoring program-program pembangunan yang dilaksanakan di komunitas atau desa tempat mereka bermasyarakat.

Radio komunitas adalah salah satu media alternative yang memilii kelebihan, bahkan dibanding dengan media minstream atau media massa pada umumnya. Kelebihanya karena dekat dengan komunitas-nya. Sehingga, meski hanya memiliki jangkauan publikasi dank kanal frekuensi yang terbatas tetap bisa menjadi jembatan penghubung komunikasi dan informasi antar pihak yang kerap terputus ditingkat warga.

Radio komunitas adalah radio yang muncul dari kebutuhan masyarakat yang beragam dan sampai saat ini masih dapat berlangsung hidup walaupun aturan kebiajakan penyiarannya membatasi. Keberlangsungan hidup radio komunitas itu berkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan penyiaran dan pengawasannya.

Mengapa radio komunitas? Ada beberapa alasan yang bisa mendasari pilihan ini . pertama, radio komunitas dikelola oleh warga sehingga mereka yang paling mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Kedua, jangkauan yang terbatas membuat isu yang diangkat sepesifik sesuai kebutuahn masyarakat pendengar. Ketiga, kedudukan yang mandiri dari struktur program memungkinkannya menjadi media bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan menyampaikannya aspirasi, termasuk pertanyaan dan keluhan. Keempat, kemudahannya untuk diakses, tidak mensyaratkan pendengarnya punya kemampuan baca, biaya opasional yang murah, interaktif , informasi yang actual (up to date) , dan memiliki kemampuan persuasive yg cukup tinggi.

Tulisan ini akan coba memaparkan bagaimana radio komunitas mendorong masyarakat melakukan gerakan anti korupsi dan bagaimana radio komunitas mengkapanyekan nila-nila anti korupsi seperti kejujuran, keberanian, keterbukaan, dan tanggung jawab di masyarakat dan komunitas nya.

Radio Komunitas dan Gerakan Anti Korupsi

Sejak tahun 2009 radio komunitas yang tergabung di JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia) melakukan monitoring program pembangunan bernama PNPM Mandiri. Nama program nya DISKUSI singkatan dari radio komunitas untuk akuntabilitas dan transparansi program pembangunan PNPM Mandiri.

Transparansi dan akuntabel adalah syarat untuk terbangunnya pemerintahan yang baik, good governance. Pemerintahan dari mulai tingkat desa sampai tingkat nasional. Radio komunitas banyak bekerja di wilayah desa sampai kecamatan. Jadi tugas utama programnya adalah memantau jalannya program pembangunan dari tingkat paling bawah yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Kata lain untuk kerja pemantauan dan sekaligus soislaisasi program pembangunan ditingkat paling bawah (desa-kecamatan) adalah upaya untuk mencegah terjadinya korupsi. Meminimalkan terjadinya kebocoran program pembangunan di tingkat masyarakat. Subtansi dari pencegahan terjadinya korupsi ini adalah bagian dari gerakan anti korupsi melalui radio komunitas yang menitiktekankan pada kampanye nilai kejujuran, keberanian, keterbukaan, dan tanggung jawab.

Bagaimana radio komunitas menjadi media untuk terjadinya akuntabilitas dan transparansi dalam program pembangunan PNPM Mandiri? Bila melihat dari maknanya, akuntabilitas merujuk pada keberadaan sistem pertanggungjawaban yang jelas terhadap hal-hal yang telah dilakukan. Sedangkan transparansi adalah suatu kondisi yang memungkinkan banyak pihak dapat mengetahui dan mengakses informasi yang tersedia. Jadi cara radio komunitas adalah menginformasikan program pembangunan tersebut serta mendiskusikannya di radio sehingga masyarakat faham dan bisa berpartisipasi dengan apa yang terjadi di desanya.

PNPM adalah sebuah program Pemerintah Indonesia dibawah Kemenkokesra dengan tujuan mengurangi jumlah orang miskin di Indonesia. Jenis program PNPM ini memberi bantuan dana ke tingkat Desa dan kelurahan untuk digunakan membangun infrastruktur Desa dan kelurahan serta memberi modal usaha bagi warga miskin. Untuk tahun 2013 Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran PNPM dengan total anggran berjumlah 11,5 trilliun. Sebuah jumlah yang tidak sedikit, kalau tidak di pantau dan diawasi maka akan ada resiko kebocoran yang tinggi.

Ada sekitar 150 radio komunitas di seluruh Indonesia yang dengan intensif melakukan kerja monitoring PNPM Mandiri di area layanan siarnya dengan membuat produksi radio baik secara on air maupun off air. Secara geografis keberadaan 150 radio komunitas ini tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Wilayah nya adalah Aceh, Sumatera Utara, Suamtera Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat. Semua tergabung dalam Jaringan Radio Komunitas Indonesia.

Untuk kerja On air, radio komunitas memproduksi konten berupa berita, Iklan Layanan Masyarakat, talkshow radio yang berkaitan dengan tema transparansi dan akuntabilitas serta kampanye anti korupsi. Selain itu ada kerja-kerja off air yang mengkampanyekan anti korupsi misalnya dalam pertemuan warga, pengajian, panggung hiburan, bulletin, majalah dinding, dll.

 

Asumsi dasar dari gerakan anti korupsi melalui radio komunitas ini adalah masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi bisa melakukan pencegahan terhadap korupsi. Dengan memiliki informasi, masyarakat dapat mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pengawasan program pembangunan.

Gerakan anti korupsi di radio komunitas ini ingin mendukung peran radio komunitas, bukan saja sebagai media sosialisasi, namun juga sebagai media dua arah yang dapat menjadi penyalur suara masyarakat , the voice of the voicless. Gerakan yang dapat memperdayakan radio komunitas untuk kemudian memberdayakan masyarakat di sekitarnya dalam mengawasi berbagai program pembangunan yang terjadi di lingkungan nya. Gerakan untuk mengaktifkan masyarakat bicara.

Prinsip jurnalisme yang dijadikan dasar dari gerakan anti korupsi melalui radio komunitas ini adalah memposisikan warga sebagai narasumber utama karena merekalah yang paling mengethui apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Selain produksi berita, pesan-pesan anti korupsi pun di resonansikan lebih luas lewat media sosial dan sms gateway serta website. Sebuah produksi berita dan informasi menjadi solusi permasalahan warga sehari-hari karena adanya kolaborasi antar media baik yang konvensional yakni pertemuan dan siaran radio dengan media digital yakni media online dengan platform konvergensi. Itulah sebabnya kenapa penting melakukan jejaring antar media komunitas dan media-media lainnya.

Temuan dan Pembelajaran

Setelah melakukan analisis terhadap kasus-kasus korupsi, maka disimpulkan bahwa korupsi yang terjadi di Indonesia itu di landasi oleh kategori sebagai berikut ini;

(a) korupsi karena kebutuhan (by need), orang korupsi karena kebutuhan biasanya hidup dalam kemiskinan ketika ada peluang maka korupsi.

(b) korupsi karena serakah (by greed), orang korupsi karena kebiasaan dan serakah. Sudah punya rumah mewah pengen mempunyai lebih banyak lagi.

(c) korupsi yang sudah di desain (by desain) lewat peraturan (UU, PP, atau peraturan lainnya) yang mendukung untuk terjadinya korupsi.

(d) korupsi karena kepentingan korporasi ( missal meng-impor sapi) Dalam UU Minerba selama 5 tahun tidak ada PP nya artinya tidak ada pengaturan. Akhirnya dimanfaatkan oleh perusahaan asing untuk beroprasi tanpa terkena aturan yang bisa membuat sustainability lingkungan terjaga.

Program pembangunan di Indonesia banyak yang kurang di sosilaisasikan ke masyarakat akar rumput peran radio komunitas menjadi penting untuk menginformasikan supaya lebih banyak warga yang faham dengan program pembangunan. Dengan faham maka warga bisa mengawasi. Dengan terawasi maka akan terjadi pencegahan terhadap korupsi.

Banyak masyarakat tidak punya akses pada informasi pembangunan sehingga butuh media yang menjembatani antara akses masyarakat dan program pembangunan yang terjadi di lingkungannya.

Radio komunitas telah berperan untuk mengolah data statis program pembangunan manjadi data informative yang bisa dicerna langsung oleh warga dan masyarakat. Selama ini banyak program pembangunan itu informasinya elitis jadi hanya sebagian elite yg ada dipemerintahan saja yang mengetahui tentang program pembangunan.

Penutup Pembicaraan

Gerakan anti korupsi masih terus harus digelorakan di masyarakat Indonesia dengan melalui berbagai macam saluran pendidikan baik formal maupun non formal seperti melalui radio komunitas.

Gerakan anti korupsi yang dimulai dari radio komunitas dengan partisipasi warga memberi peluang cukup optimis untuk menjadikan generasi baru Indonesia yang punya prilaku anti korupsi. Sebuah generasi yang tidak mentoleran terhadap terjadinya korupsi di lingkungan-nya.

Menanamkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, keterbukaan, dan dapat dipertanggungjawabkan pada generasi baru di Indonesia lewat siaran di radio komunitas masih butuh kerja keras.

Radio komunitas di Indonesia siap untuk ‘Mengudara Melawan Korupsi’

Sekian dan terimakasih.

Iman Abda, Koordiantor Advokasi di Jaringan Radio Komunitas Indonesia

 

Referensi tulisan :

1. Laporan program DISKUSI www.combine.or.id

2. www.suarakomunitas.net

3. www.kpk.go.id

4. www.jrki.or.id

5. www.acch.kpk.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 4, 2014 by in Artikel, catatan kecil and tagged , , .
%d bloggers like this: