catatan senyuman

Bola dan Kenangan Sebuah Kota Bernama La Plata, Argentina

DSCF0105 DSCF0106

Ini yang menarik dari sihir bola menumbuhkan ingatan pada berbagai macam peristiwa. Termasuk malam tadi, setelah nonton debat capres putaran terakhir kemudian dilanjut dengan nonton bola antara Argentina dan Belgia. Ingatan saya kembali ke peristiwa empat tahun kebelakang tepatnya tahun 2010. Tahun itu saya melakukan perjalanan ke sebuah kota bernama La Plata, kota kecil yang berjarak 2 jam perjalanan dari Buenos Aires, ibu kota Argentina.

Belgia dan Argentina adalah dua negara yang memberi saya ingatan berbeda. Ketika mendengar kata Belgia saya selalu teringat akan coklat-nya dan ketika mendengar Argentina saya teringat dengan Maradona dan tarian Tanggo nya. Dua negara tersebut menyimpan kenangan atas perjalanan yang pernah saya lakukan dan juga pada referensi bacaan saya.

Menari di Halaman dan trotoar jalan La PlataPeserta Memakai Kaos Tim Bola

Dua penulis besar dunia yang bisa menyambungkan kedua negara ini adalah Jorge Luis Borges dan Julio Cortazar. Kalau Borges adalah sastarawan Argentina yang di usia lanjutnya jalan ke Belgia dan kemudian meninggal di Swiss. Cortazar adalah sastrawan yang lahir di Brusel, Belgia kemudian menetap dan bekerja di Buenos Aires, Argentina. Di usia lanjutnya Cortazar pergi ke Paris dan meninggal di Paris.

Tulisan ini tidak akan menceritakan tentang Borges atau Cortazar, dan Belgia serta coklatnya, saya hanya akan menceritakan sebuah kenangan ketika saya berada di sebuah kota kecil bernama La Plata, Argentina. Kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Tujuan utama kedatangan saya ke Argentina berkaitan dengan pertemuan aktifis radio komunitas seluruh dunia. Perwakilan yang datang lebih dari 100 negara membicarakan tentang organisasi radio komunitas se-dunia. Bagaimana memperkuat peran radio komunitas dan jaringan regional untuk isu-isu global seperti krisis pangan, kebencanaan, dan teknologi baru serta isu-isu lainnya.

Di sela-sela jadwal yang padat tersebut saya selalu  menyempatkan untuk melihat dan merasakan suasana kota tempat acara berlangsung. Misalnya mengunjungi sebuah taman atau sebuah jalan tempat peristiwa penting dimulainya gerakan melawan diktator oleh tokoh marxis revolusioner Che Guevara. Waktu itu Che masih muda masih menimba ilmu di kedokteran universitas Buenos Aires. Tempat yang saya datangi adalah tempat penting bagi Che karena setelah peristiwa di kota La Plata, Che memutuskan untuk berkeliling Argentina dengan motor ( The Motorcycle Diaries) melihat dan merasakan langsung apa yang dihadapi oleh rakyat Argentina.

Kaos Sorin

Hal berkesan lainnya adalah mencium bau keringat Sorin di kaos bernomor punggung 3 miliknya. Saya ingat, Juan Pablo Sorin, adalah bek kiri serbaguna yang bisa bermain di sayap mana saja. Dia memiliki gaya eksentrik bermain, selain rambut gondrongnya tentu saja. Sorin adalah pemain defensive yang sering ditemukan menyerang lini depan musuh dengan agresif. Mantan pemain sepak bola Argentina ini juga adalah kapten tim Argentina di Piala Dunia FIFA 2006.

DSCF0200 2010_0106AT

Di kota ini saya bertemu dengan berbagai macam teman dari berbagai negara yang ramah dan saling sapa, penuh semangat memperjuangkan radio komunitas. Memperkenalkan saya tentang pentingnya persaudaraan dan perbedaan bahasa bukan lagi pesoalan.

DSCF0178

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 5, 2014 by in Artikel, catatan kecil, foto and tagged , , , , , , .
%d bloggers like this: