catatan senyuman

Bertanam Teman Melestarikan Lingkungan

 kepulauan togean

Seperti bertanam teman, melestarikan lingkungan itu dibutuhkan kerja bersama dari masyarakat sipil, pemerintah, dan pengusaha.Semua bisa terlibat dan ikut serta. Mulai dari rakyat sampai wakilnya di parlemen atau mulai dari presiden dan kabinetnya sampai pemerintah daerah di masing-masing wilayah. Semua harus bahu-membahu menjaganya.

Tulisan ini saya tulis dalam situasi ketika penghitungan cepat yang dilakukan lembaga survey atas hasil pilpres dipertanyakan oleh kedua kubu termasuk media yang menyiarkannya. Saya jadi teringat teman-teman di KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) yang selalu mengatakan ‘Pemilu itu selalu curang oleh karena itu harus dipantau dan di awasi.’ Semoga kedua pihak bisa bersabar dan lapang dada baik menang atau pun kalah. Amien. J

Kembali keniat awal menulis ini, yaitu untuk menggali potensi besar dari pengelola radio komunitas dalam melestarikan lingkungan hidup di komunitasnya. Karena itu, saya akan menceritakan dan mengutip kata-kata dari pendiri radio komunitas yang didirikan dengan niat menjaga lingkungan hidup, melestarikan hutan di desanya.

Ada dua radio komunitas yang sudah punya prestasi dalam isu lingkungan hidup ini, yakni Radekka FM di Gunungkidul, Yogjakarta dan Ruyuk FM di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua radio komunitas ini memberi inspirasi pada kita bahwa dengan media radio bisa mejaga hutan desa tetap lestari sekaligus berprestasi.

Kalau kita datang ke radio komunitas Ruyuk FM di Tasikmalaya, kita akan menemukan di studio radio sebuah moto dalam bahasa Sunda Leuweung Hejo Rayat Ngejo, Leuweung Ruksak Rayat Balangsak, kira-kira bahasa Indonesianya adalah Hutan lestari rakyat makmur, hutan gundul hidup rakyat pasti susah. Jadi mengelola hutan adalah juga menjaga kehidupan orang yang ada di sekitar hutan untuk lebih makmur dan sejahtera.

‘awalmulanya saya melihat hutan di desa udah mulai gundul, air menjadi langka , kalau musim kemarau terjadi kekeringan, kemudian saya berinisiatif untuk menanam kembali pohon di hutan desa.’ Ujar Irman Meilandi, Pengelola dan anggota DPK Radio Komunitas Ruyuk FM di Desa Mandala Mekar.

‘Sekarang setelah hutan lebat kembali, air pun mengalir lagi tidak khawatir walaupun musim kemarau.’ Kata Ketua Majelis Anggota Jaringan Radio Komunitas Indonesia ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh pak Suratimin, pengelola radio komunitas Radekka FM sekaligus penggagas berdirinya Desa Kawasan Konservasi Semoyo, Gunung Kidul, DIY.

‘kita melihat kondisi hutan dan lingkunagn disekitar yang semakin memprihatinkan. Dulu sumber mata air banyak, pohon besar masih banyak, keanekaragaman juga masih banyak. Tapi, laju pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan kayu, pemakaian pupuk kimia yang berlebihan membuat kondisi lingkungan dan hutan bukannya menjadi lebih baik, tapi semakin buruk.’

‘Dari kondisi yang buruk ini kemudian, kami menggagas dan memikirkan bagaimana desa kami bisa bertahan, tidak boleh rusak.’ Ujar Suratimin yang pernah menerima Penghargaan Kalpataru dari Presiden RI tahun 2013.

Irman, yang pernah penerima penghargaan Seacology Prize 2011 di California AS ini menambahkan pentingnya membuat organisasi di tingkat warga dan komunitas untuk menjaga kelestarian lingkungan.

‘Setelah menanam pohon di hutan desa, yang dibutuhkan selanjutnya adalah membuat kelompok. Kami di Mandalamekar mendirikan kelompok Mitra Alam Munggaran sebagai wadah mengelola hutan lindung, mata air desa, pengorganisasian warga dan media informasi warga untuk menjaga lingkungan hidup desa Mandalamekar.’

Itulah kata-kata penuh inspirasi dari dua orang yang berani mengambil keputusan dan mengajak orang-orang disekitarnya untuk mencintai dan menjaga lingkungan tetap lestari. Dan menggunakan radio komunitas sebagai media untuk memperjuangkan nya.

Salam hangat dan lestari!

Iman Abda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 9, 2014 by in Artikel, catatan kecil, Radio Komunitas and tagged , , , , .
%d bloggers like this: