catatan senyuman

Merasakan Republica Democratica de Timor-Leste

IMG_20140906_09372314 - 1

Catatan ini ingin mengisahkan sebuah pengalaman menyenangkan ketika punya kesempatan merasakan sebuah negara tetangga yang baru tumbuh yakni Republica Democratica de Timor-Leste. Yang kemudian akan saya singkat dengan Timor Leste.

Timor Leste adalah suatu wilayah yang pernah di jajah oleh Portugal dan Indonesia. Karena-nya mempunyai 2 tanggal kemerdekaan yang selalu dirayakan. Pertama, ketika merdeka dari Portugal tanggal 28 November 1975 kemudian yang kedua merdeka dari Indoenesia pada tanggal 20 Mei 2002.

Karena nya lah, di Timor Leste ada beberapa bahasa yang berlaku yaitu bahasa Tetun, ini bahasa asli penduduk, bahasa Portugis, bahasa Inggris dan juga bahsa Indonesia. Tidak heran kalau negara ini termasuk salah satu dari 9 negara multilingual, sebuah negara yang mayoritas penduduknya mempunyai banyak bahasa untuk digunakan dalam komunikasi sehari0hari nya. Di negara ini mayoritas agama yang dianut oleh penduduk-nya adalah Katolik (98%), Protestan (1%) dan Islam (1%).

Seperti biasa, kedatangan saya bukan untuk jadi turis tapi mengahdiri sebuah launching program yang digagas oleh Alumni orang-orang yang pernah pergi ke USA untuk ikut program pertukaran. Nama programnya ACC (Anti Corruption Campaign). Pelaksana program ini suatu lembaga swadaya masyarakat bernama LABEH (Lalenok Ba Ema Hotu). Sebuah NGO yang bergerak di isu anti korupsi.

Untuk bisa masuk ke Timor Leste diperlukan visa. Ketika saya ke Timor Leste sama bayar Visa on Arrival (VOA) sebesar 30 US Dollar. Visa ini bisa didapat di dua pintu masuk negara tersebut, dari udara ataupun darat. Jika dengan perjalanan udara, turis akan mendapat VOA di bandara saat melewati imigrasi. Sedangkan jika dengan jalan darat, VOA bisa didapat dari kantor imigrasi yang ada di Kupang. Kebetulan saya menggunakan jalur udara turun di Bandara International Nicolau Lobato.

14 - 6 14 - 4

Menikmati Pesisir Pantai dan Patung Cristo Rei

Patung Cristo Rei atau ‘Kristus Raja’ adalah patung Kristus yang dibangun di atas bukit tanjung Fatucama, bagian timur kota Dili, Timor Leste. Patung ini dibangun pada tahun 1996 sebagai peringatan integrasi Timor Timur ke Indonesia. Ketinggian patung tersebut adalah 27 meter. Angka 27 melambangkan Timor Timur sebagai provinsi Indonesia yang ke 27 pada saat itu. Patung ini merupakan patung terbesar kedua di dunia setelah Patung Christ The Redeemer, Brazil, dengan tinggi patung 36 meter di atas bukit setinggi 1,5 km.

Waktu saya datang hari Sabtu siang menjelang sore, ada banyak anak muda sedang berpesta dengan berdansa diiringi lagu-lagu khas portugis. Mengasyikan. Sayang, saya tidak percaya diri untuk mengajak seorang gadis berdansa akhirnya jadi penonton saja.

Saya dan seorang teman dari Timor Leste naik ke atas melihat patung raja lebih dekat dan sungguh menakjubkan pemandangan pantai nya indah sekali. Bisa melihat dua sisi. Awal yang mengasyikan untuk mengenal sebuah negara. Merasakan Timor Leste.

14 - 7 14 - 3 14 - 2 14 - 8

2 comments on “Merasakan Republica Democratica de Timor-Leste

  1. Armindo de Jesus
    September 13, 2014

    Welcome to Timor-Leste bro. Hope you enjoy your days in Dili and around. All the best.

    Like

    • rumahiman
      September 13, 2014

      Thank you bro Armindo for friendship, great fun😉 obrigado

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 12, 2014 by in catatan kecil, foto, Jalan-jalan and tagged , , , , , , , .
%d bloggers like this: