catatan senyuman

Makan Siang ‘Asyik’ dengan Tengkleng di Solo

IMG_20140913_121150 IMG_20140913_120724

Ada banyak jenis kuliner enak di kota Solo tapi kalau siang hari tengkleng adalah menu paling legendaris yang patut dicoba. Makanan dari tulang belulang kambing ini menjadikan siang di Solo jadi luar biasa. Istimewa.

Untuk menemukan warung tengkleng di Solo cukup mudah datanglah siang sekitar pukul satu sampai tiga ke pasar Klewer (pasar paling popular di Solo) setelah lihat gapura pasar di pojok gapura itulah warung nya.

Untuk bisa makan dan mendapat tempat duduk yang nyaman, saya sarankan untuk bersabar. Biasanya antrian banyak dan tempat duduk penuh. Kesabaran menjadikan tengkleng menjadi lebih nikmat. Percayalah.

IMG_20140913_120740 IMG_20140913_120745

Setelah mendapat tengkleng, perjuangan belum selesai karena selanjutnya, ini yang mengasyikan, menggerogoti tulang-tulang tengkleng sambil sesekali mengaduk kuahnya ke nasi. Rasakan sensasi ketika dapat sedikit daging yang menempel di tulang rasanya seperti mendapat berkah.

Konon, dulu tengkleng adalah makanan rakyat jelata yang tak mampu menikmati olahan daging kambing, seperti sate atau gule. Karena tengkleng sebenarnya adalah masakan yang diolah dari tulang belulang dan tengkorak kambing yang tak bisa dimasak menjadi sate atau gule. Kebudayaan berubah, sekarang siapa pun bisa menikmatinya malah mungkin bagi sebagian kuli pasar Klewer harga tengkleng kemahalan.

IMG_20140913_121839

Warung yang terletak tepat di sisi utara gapura Pasar Klewer ini dikenal juga dengan warung tengkleng bu Edi. Waktu saya makan disitu yang jual bu Sulistri, katanya warung ini sudah turun-temurun da nada sejak tahun 1971. Jadi warung dan makanan ini legendaris sekali kan. Selain itu yang menjadi ciri khas di warung ini adalah tempat makan nya tidak di piring atau mangkok tapi wadah pincuk kertas dan daun pisang.

Saya perhatikan banyak pembeli memilih untuk membungkus tengkleng dan dibawa pulang, tapi saya memilih untuk menikmatinya di tempat dengan ditemani riuh suasana Pasar Klewer. Mengasyikan dan tentu eunakk tenan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 14, 2014 by in catatan kecil, foto, Jalan-jalan and tagged , , , , , , , .
%d bloggers like this: