catatan senyuman

Sedikit Cerita tentang Goa Selomangleng Tulungagung

IMG_20150805_162620IMG_20150805_162330

Bila mencari tahu tentang goa Selomangleng di google maka akan banyak keluar informasi tentang goa Selomangleng yang ada di Kediri bukan yang di Tulungagung. Walaupun dua kota ini saling bertetangga tapi tetap saja beda antara Kediri dan Tulungagung.

Dalam pencarian informasi tentang Goa Selomangleng ini wikipedia merujuk ke goa yang di Kediri sedang kalau yang berada di Tulungagung disebut sebagai candi. Saya tidak tahu pasti kenapa dibedakan seperti itu. Faktanya kedua tempat bernama Selomangleng itu adalah bentuknya goa.

Bisa jadi kedua goa tersebut dinamakan Selomangleng karena berada di sebuah tebing atau lereng bukit. Sebagian orang menyebut kata Selo dalam bahasa Jawa berarti ‘batu’ dan ‘mangleng’ artinya miring. Jadi Selomangleng dalam bahasa Jawa lebih dapat diartikan sebagai sebuah batu besar yang dipahat dan dibuat lubang mirip goa berada di lereng bukit yang miring.

Tapi banyak juga anak-anak muda sekarang mengartikan kata ‘selo’ dengan arti ‘longgar’ atau ‘banyak waktu luang’ atau ‘santai.’ Misalnya kalau sedang berjalan terus kita jalannya cepat teman orang Jawa biasanya menerikin saya dengan ‘selo aja’ yang bisa saya artikan sebagai ‘santai aja.’

Ada juga kata ‘Selo’ itu diartikan sebagai ‘sela’ atau ‘antara’ seperti sebuah nama desa di antara Merapi dan Merbabu bernama desa Selo yang artinya desa antara gunung Merapi dan gunung Merbabu.

Saya tidak tahu pasti nama Selomangleng di Kediri maupun di Tulungagung merujuk pada arti kata yang mana tapi yang jelas keduanya bentuknya seperti goa. Lobang besar di batu. Walaupun lobang batu ini adalah lobang buatan bukan karena terjadi secara alamiah seperti goa-goa berstalaktit.

IMG_20150805_162502

Goa Selomangleng Tulungagung ini terletak di tepi dusun Sanggrahan setelah perkebunan warga. Jalan setapak ke goa ini sedikit menanjak dengan kiri-kanan banyak pohon jati. Bila datang ketempat ini bawa kendaraan harus parkir di halaman rumah warga kurang lebih setengah kilo dari Goa.

Goa Selomangleng adalah goa buatan yang berada di sebuah batu andesit hitam besar. Lobang bangunan gua berjumlah berada di dua sisi batu andesit hitam besar.

Goa pertama hadap barat, berbentuk rongga segiempat, berhias relif yang terpahat pada dinding bagian utara dan timur. Relief ini menggambarkan konon cerita dari episode dalam kakawin Arjunawiwaha, yaitu kisah ketika Dewa Indra menugaskan para bidadari menggoda Arjuna yang sedang bertapa di gunung Indrakila.

IMG_20150805_162347

Kakawin Arjunawiwaha meruapakan karya sastra ciptaan Mpu Kanwa pada masa Erlangga atau Airlangga pendiri kerajaan Kahuripan sekitar abad 10 Masehi. Kerjaan ini di akhir masa pemerintahannya dibelah dua menjadi kerajaan Kadiri dan Kerajaan Janggala untuk di bagi kedua putranya.

Adapun goa kedua terletak di sisi selatan goa pertama, tidak ada hiasan relif. Letak goa kedua ini lebih tinggi dari goa pertama. Mulut goa hadap selatan kearah bukit.

Naik ke atas tebing goa selomangleng terdapat bangunan batu berdenah segi empat seperti bekas altar. Dari tempat ini bisa melihat hamparan rumah, ladang, dan jalan Tulungagung yang indah.

Bila sedang jalan ke Tulungagung cobalah berkunjung ke tempat ini. Mengasyikan apalagi kalau sambil olah raga jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 24, 2015 by in catatan kecil, Jalan-jalan and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: