catatan senyuman

Mengingat Pangan Lokal di Hari Tani Nasional

IMG_20150925_105827 IMG_20150925_105934

Kemarin, ketika sedang berjalan di sebuah perempatan jalan Yogyakarta, tiba-tiba ada beberapa anak yang sedang membagikan sebuah bingkisan. Sebuah kado. Saya pun diberi bingkisan tersebut, tertulis dengan jelas di tas kado tersebut ucapan ‘Selamat Hari Tani Nasional’ dan kata ‘Aku Cinta Petani.’

Entah kenapa sambil berjalan saya tersenyum tapi sekaligus merasa haru menerima bingkisan tersebut. Tidak lupa mengucapkan terimakasih pada anak-anak yang sedang membagikan bingkisan tersebut. Saya pun berjalan lagi. Sampai menemukan sebuah tempat duduk di pinggir jalan saya pun berhenti. membuka kado pemberian itu. Isinya ubi dan singkong rebus. Ah, kebetulan menggembirakan, saya sedang ngidam makanan ini. Tidak lupa berdoa dengan khusyu ‘semoga para petani bahagia’ dengan lahap saya makan. Enak. Benar-benar enak.

Seperti mendapat anugrah atau sebuah ilham, pikiran saya menerawang tentang cerita-cerita berkaitan dengan krisis pangan dunia juga krisis pangan di Indonesia. Dimana semua hal soal makanan berbau impor dan karenanya makanan lokal tersisihkan. Makanan dari bingkisan tadi mengingatkan tentang pentingnya makan panganan lokal yang kita miliki dan di tanam oleh petani.

IMG_20150729_110841

Tentu saja kalau bicara tentang hari tani nasional bukan semata mem bicarakan soal pangan lokal saja ada banyak hal. Harus diakui mayoritas petani Indonesia itu kebanyakan masih petani gurem atau buruh tani. Akses terhadap tanah, air, benih, permodalan juga masih sulit. Sementara itu, kaum tani malah jadi yang paling terancam kelaparan, juga kemiskinan. Di banyak daerah, petani kita kerap bertempur dengan aparat negara dan swasta–demi menanam pangan.

Kita tahu dari sejarahnya, peringatan Hari Tani Nasional ini mencerminkan harapan yang amat besar terhadap petani dan hasil pertanian. Pada tahun 1960, Presiden RI Soekarno menetapkan Undang-Undang (UU) No. 5/1960–yang lebih dikenal dengan UU Pokok Agraria. UU inilah yang menjadi harapan besar. Karena dalam UU ini mengatur soal redistribusi tanah, air dan benih bagi rakyat tani Indonesia.

Maka tak heran tiap tanggal 24 September, hari dibuatnya UU Pokok Agraria, ditetapkan sebagai hari tani nasional. Tak heran juga bila pesan-pesan yang kerap muncul adalah yang bertujuan membongkar ketidakadilan struktur agraria. Juga pesan-pesan untuk peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pedesaan.

Semangat Hari Tani Nasional masih sangat relevan hingga saat ini. Tanah adalah modal dasar bertani. Air apalagi. Tak ada kehidupan tanpa air. Begitupun pertanian. Masalahnya di tahun 2015 ini kita terpapar El Nino. Kekeringan melanda puluhan kabupaten. Malahan membuat pohon-pohon di gunung terbakar. Kabut asap dari kebakaran masih melanda beberapa daerah di Indonesia. Selain itu air minum sehat masih menjadi kendala di pedesaan maupun perkotaan.

IMG_20150530_151040

Petani adalah sokoguru bangsa. Mereka penyedia pangan di meja makan semua. Namun petani sering kali dilupakan. Itulah sebabnya saya tadi tersenyum sekaligus merasa haru ketika menerima bingkisan berisi ubi dan singkong rebus. Ketika mau makan ingat petani yang menanamnya. Wajahnya dan keuletan nya.

Membagikan pangan lokal di Hari Tani Nasional seperti sebuah peringatan penuh kegembiraan. Bahwa kita masih punya petani, bahwa kita harus selalu menyejahterakan petani. Dan kita masih bisa melakukan hal-hal kecil untuk mendukungnya dengan mencintai dan memakan panganan lokal yang ada dan tersedia di pasar-pasar.

Tua-muda, miskin atau kaya, semua harus rela petani sejahtera. Jika petani sejahtera, roda ekonomi pedesaan berputar, produksi berjalan. Rakyat kita pun mandiri, berdaulat pangan. Jika ini tercapai, saya kira bangsa ini tidak akan takut lagi menghadapi krisis ekonomi. Semoga. Doaku untukmu petani. Amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 26, 2015 by in catatan kecil and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: