catatan senyuman

Ayam Jago di Ayutthaya

IMG_20140517_092914

Biasanya banyak wisatawan ketika datang ke kota Ayutthaya niatnya untuk melihat reruntuhan kota ini. Artefak seperti candi, patung, benteng, istana kerajaan, pasar terapung, dan karya seni serta museum kerajaan Ayuttthaya,. Sepertinya sedikit yang memperhatikan patung ayam jago atau ayam jantan yang hampir di setiap tempat di kota ini selalu ada.

Pertama datang ke Ayutthaya saya awalnya agak heran, ada apa dengan patung ayam jago ini. Pasti ada sesuatu dengan ayam jago dan kota ini. Keingintahuan tentang patung ayam pun mulai muncul di sela-sela merasakan dan melihat artefak dan reruntuhan kota yang dibangun abad 13 ini.

Tidak heran kalau UNESCO menjadikan kota ini bagian dari warisan dunia pada tahun 2000. Arsitektural yang cantik serta Candi dan patung-patung nya walaupun sudah jadi tempat wisata, sebagian masih dipakai untuk beribadah umat Buddha.

IMG_20140517_085654

Di tempat-tempat ibadah, patung ayam jago selalu ada biasanya disimpan di luar dekat pintu atau gerbang. Selain itu patung-patung ayam jago ini ada juga yang disimpan di rumah dan dijual di toko-toko. Rasa penasaran pun makin tinggi, ada cerita apa dengan ayam jago di Ayutthaya ini.

Konon menurut cerita yang saya dengar di Ayutthaya, ketika Ayutthaya dan Burma berperang pada akhir abad 16, dan dikuasai oleh Burma. Pangeran Narasuan ahli waris kerajaan Ayutthaya menolak dibawah kuasa Burma.

Waktu itu, baik pangeran Burma maupun pangeran Naresuan sangat menyukai ayam jago. Maka kedua pangeran ini bertaruh adu ayam. Pangeran Burma mengatakan kalau ayam Naresuan ini menang maka Ayutthaya akan dibebaskan dari kekuasaan Burma.

Ayam Pangeran Naresuan memenangkan taruhan, mempermalukan pangeran Burma. Hanya saja janjinya tidak ditepati. Maka terjadilah peperangan kembali. Sampai kemudian ada serangan ke Burma dari Tiongkok akhirnya Burma kalah.

Pangeran Naresuan membuktikan dirinya sebagai pejuang terampil dan cerdik dengan ayam jago peliharaannya. Ayam ini kemudian dikenal dengan ayam Bangkok.

Sampai sekarang dalam adu ayam jenis ayam Bangkok dan ayam Burma atau terkenal dengan ayam Birma adalah jenis ayam petarung yang harganya cukup mahal. Konon katanya, ayam ras ini dilahirkan untuk di adu jadi petarung di sambung ayam.

Mungkin itulah kenapa ada banyak patung ayam di Ayutthaya. Keberadaanya selain jadi dewa pelindung di tempat-tempat ibadah, yakni dewa dengan sebutan Aryacalantha juga pernah memenangkan pertarungan dengan taruhan sebuah kerajaan.

IMG-20140516-WA0065 IMG_20140517_124724

Kota Ayutthaya adalah sebuah kota yang berjarak sekitar 80 km dari pusat kota Bangkok. Dengan transportasi normal bisa di tempuh sekitar 1,5 jam sampai 2 jam. Tergantung menggunakan transportasinya.

Biasayanya, pelancong seperti saya akan mencari harga transportasi paling murah. Untuk itu saya sarankan naik kereta api ekonomi di stasiun Hua Lamphong, stasiun besar di Bangkok. Carilah kereta yang berhenti di Ayutthaya. Harga tiketnya hampir sama dengan harga tiket kereta api Parameks Jogja-Solo sekitar 8000-an.

Waktu itu, saya berangkat ke Ayutthaya nya dari terminal Mo Chit, terminal bus untuk jurusan kota-kota di utara Bangkok. Kenapa dari terminal ini karena waktu itu saya baru balik dari Pattaya ke Bangkok terus lanjut ke Ayutthaya. Di terminal ini yang jurusan ke Ayutthaya adanya mobil kecil seperti elf atau model mobil travel Cipaganti. Harganya cuup mahal ketimbang naik kereta. Baru pulang dari Ayutthaya naik kereta api ke Bangkok nya.

Sekian ceritanya tentang Ayutthaya nya nanti lanjut mau cerita tentang Kuil kayu ajaib di Pattaya. Semoga berkenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 1, 2015 by in catatan kecil, Jalan-jalan and tagged , , , , , .
%d bloggers like this: