catatan senyuman

Tiga Dara, Film Musikal Komedi dan Pertanyaan Hari Ini

Tiga Dara

Karena beberapa teman memposting poster, tagar, dan ulasan singkat di akun media sosialnya tentang film Tiga Dara. Akhirnya saya pun menyempatkan diri untuk menonton film ini. Ingatan pun jalan-jalan ke masa suka nonton film jadul Indonesia. Rupanya saya pernah nonton film ini dengan kualitas visual dan suara yang belum direstorasi. Beruntung bisa nonton kembali dan –ini yang utama- ketawa lagi.

Tiga Dara  adalah salah satu film Usmar Ismail yang paling populer dan banyak dikenal. Di produksi tahun 1956 oleh Perfini, menjadi tonton secara khusus Presiden Soekarno di istana Bogor untuk ulang tahun istrinya, Hartini. Diputar di Festival Film Venesia 1959 dan meraih Tata Musik Terbaik di Festival Film Indonesia 1960.

Film ini Bercerita tentang tiga perempuan bersaudara kandung: Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya) dan Neni (Indriati Iskak). Ketiganya dibesarkan oleh Nenek  (Fifi Young) dan sang Ayah bernama Sukandar (Hassan Sanusi).

Film ini menggambarkan keluarga bahagia walaupun tanpa kehadiran sang Ibu. Sepintas cerita film ini biasa saja, menjadi seru karena sang  Nenek takut Nunung tidak bahagia menjadi perawan tua.  Nenek dan sang Ayah pun lantas berkomplot untuk mencarikan Nunung pasangan. Nana dan Neni, adik Nunung yang mengetahui niat tersebut ikut mendukung. Pelbagai cara dilakukan, mulai dari mengundang teman-teman kantor sang ayah ke rumah hingga mengajak Nunung ke pesta-pesta Nana. Sayangnya Nunung hanya diam saja. Saat diajak ke pesta, ia malah memilih pulang dengan Herman (Bambang Irawan), mahasiswa yang menaruh hati kepada Nana.

Pada suatu hari, saat sedang berjalan-jalan, Nunung diserempet skuter hingga jatuh terkilir. Nunung ribut mulut dengan Toto (Rendra Karno), sang pengendara skuter, yang berujung pada umpatan ketus Nunung pada Toto. Karena merasa bersalah, Toto setiap hari datang menjenguk dan membawa bunga. Sikap Nunung sayangnya tak banyak berubah—ia tetap ketus pada Toto. Kesempatan inilah yang Nana pakai untuk mendekati Toto. Hubungan mereka berlanjut hingga pada suatu hari Nana mengatakan ia akan menikah dengan Toto. Sang kakak terancam “dilangkahi” adiknya sendiri.

Kehadiran Neni, adik terkecil dari 3 saudara yang lincah dan banyak akal menjadi menonjol diantara pertentangan antara Nunung yang pendiam dan Nana yang agresif. Neni berhasil menyeimbangkan situasi keluarga tersebut.

Setelah nonton lagi Tiga Dara dengan seksama, rupanya cerita menarik ini pun menyisakan pertanyaan di kepala, untuk saya yang ketika film ini dibuat belum lahir. Setelah nonton saya bertanya, Sebenarnya apa pekerjaan Nunung? Kok sampai umur 29 tahun di rumah terus. Pernah sekolah dan kuliah kah? Kemana teman sekolah dan kuliahnya? Kapan ya Ibu 3 dara cantik ini meninggal? Umur berapa Nunung ketika ibunya meninggal? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Saya merasa sampai akhir film saya tak mendapat jawaban untuk pertanyaan2 itu.

Beruntungnya saya bisa mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang sempat muncul di kepala tersebut, tergantikan dengan tertawa terus melihat gaya komikal para tokoh di film ini.

Satu lagi, ini yang membuat saya suka film ini, lagu-lagu yang dibawakan dalam film ini sangat enak di dengar. Terngiang terus. Sepuluh lagu yang ada dalam film ini memiliki penempatan yang pas, dan sangat signifikan dalam membawa emosi penonton.

Tujuh lagu karya Sjaiful Bachri, dua karya Oetjin Noerhasjim, dan satu karya Ismail Marzuki, semuanya kuat baik dalam diksi lirik maupun melodi nya.  Saya dibuatnya terus bergumam setelah menonton film ini.  Asemik pokoknya. Silahkan nonton😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 23, 2016 by in Uncategorized.

Navigation

%d bloggers like this: